Pernyataan Taufiq bukan sikap resmi PDIP
Selasa, 25 September 2012 - 15:53 WIB
Pernyataan Taufiq bukan sikap resmi PDIP
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufiq Kiemas mengaku akan lebih berhati-hati memilih partai untuk berkoalisi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 yang akan datang. PDIP tidak mau salah langkah, dalam pesta demokrasi lima tahun sekali itu.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Edi Prabowo mengaku tidak masalah. Sebab yang dimaksud oleh politikus senior PDIP itu belum menjadi sikap resmi partainya. Taufiq Kiemas hanya menyebut akan lebih berhati-hati dan tidak secara langsung menyebut Partai Gerindra.
"Enggak, saya tidak melihat secara eksplisit menyebut Partai Gerindra. Kita enggak pernah ada masalah," ujar Edi saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (25/9/2012).
Ditambahkan dia, PDIP dan Gerindra pernah memiliki sejarah koalisi pada Pemilu 2009. Saat itu, PDIP mengusung Megawati Soekarnoputri sebagai calon Presiden dan Prabowo Subianto sebagai calon Wakil Presidennya.
Namun, apakah pada Pemilu 2014 nanti Gerindra dan PDIP akan terus berkoalisi? Anggota Komisi VI DPR ini mengatakan, setiap partai politik mempunyai kebijakan masing-masing. "Koalisi itu hak masing-masing partai. Koalisi kita kembali pada masing-masing partai," jelasnya.
Dia menambahkan, kendati punya semangat untuk mengusung calon Presiden dari internal partainya, komunikasi dengan semua partai politik harus ditetap dilakukan.
Seperti diberitakan sebelumnya, setelah penghitungan cepat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 dilakukan dan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), popularitas Prabowo Subianto terus melonjak. Diduga, kemenangan Jokowi menjadi pemicu makin naiknya popularitas Prabowo.
Seperti tertuang dalam hasil survei Saiful Mujani Reseach and Consulting (SMRC) misalkan. Prabowo disebut-sebut mendapat untung besar dari kemenangan Jokowi di putaran kedua.
"Kapok juga, tapi enggak mau jadi anak kecil. Untung semua wartawan ngomong. Jadi bahagia juga kita. Saya rasa pasti pikirannya begitu. Tapi kan yang ngomong bukan kader PDIP," ujar Taufiq di Gedung DPR, Jakarta, Senin 24 September 2012.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Edi Prabowo mengaku tidak masalah. Sebab yang dimaksud oleh politikus senior PDIP itu belum menjadi sikap resmi partainya. Taufiq Kiemas hanya menyebut akan lebih berhati-hati dan tidak secara langsung menyebut Partai Gerindra.
"Enggak, saya tidak melihat secara eksplisit menyebut Partai Gerindra. Kita enggak pernah ada masalah," ujar Edi saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (25/9/2012).
Ditambahkan dia, PDIP dan Gerindra pernah memiliki sejarah koalisi pada Pemilu 2009. Saat itu, PDIP mengusung Megawati Soekarnoputri sebagai calon Presiden dan Prabowo Subianto sebagai calon Wakil Presidennya.
Namun, apakah pada Pemilu 2014 nanti Gerindra dan PDIP akan terus berkoalisi? Anggota Komisi VI DPR ini mengatakan, setiap partai politik mempunyai kebijakan masing-masing. "Koalisi itu hak masing-masing partai. Koalisi kita kembali pada masing-masing partai," jelasnya.
Dia menambahkan, kendati punya semangat untuk mengusung calon Presiden dari internal partainya, komunikasi dengan semua partai politik harus ditetap dilakukan.
Seperti diberitakan sebelumnya, setelah penghitungan cepat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 dilakukan dan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), popularitas Prabowo Subianto terus melonjak. Diduga, kemenangan Jokowi menjadi pemicu makin naiknya popularitas Prabowo.
Seperti tertuang dalam hasil survei Saiful Mujani Reseach and Consulting (SMRC) misalkan. Prabowo disebut-sebut mendapat untung besar dari kemenangan Jokowi di putaran kedua.
"Kapok juga, tapi enggak mau jadi anak kecil. Untung semua wartawan ngomong. Jadi bahagia juga kita. Saya rasa pasti pikirannya begitu. Tapi kan yang ngomong bukan kader PDIP," ujar Taufiq di Gedung DPR, Jakarta, Senin 24 September 2012.
(san)