Gerindra tak tersinggung dengan pernyataan Taufiq
Selasa, 25 September 2012 - 14:19 WIB
Gerindra tak tersinggung dengan pernyataan Taufiq
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jendral Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Ahmad Muzani, menilai pernyataan politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Taufiq Kiemas bersifat nasehat.
"Ya saya kira itu pernyataan dari seorang senior terhadap juniornya," ujar Muzani saat dihubungi wartawan, Selasa (25/9/2012).
Anggota komisi I DPR ini mengaku tidak tersinggung dengan pernyataan Taufiq mengenai lebih berhati-hati dalam berkoalisi, khususnya menghadapi pemilu presiden (pilpres) 2014 mendatang.
"Nasehat itu kan perlu direnungkan, saya menganggapnya ungkapan dari sorang senior," kata Muzani.
Sementara itu, mengenai polemik yang menyatakan Gerindra lebih banyak memetik keuntungan politik atas kemenangan Joko Widodo dalam pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta, dirinya merasa heran. Pasalnya, dia juga tidak tau keuntungan apa yang diperoleh partainya atas suksesi Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta yang biasa disapa Jokowi itu.
"Saya belum tahu untungnya apa? Kami merasa untung dimana, kalau soal survei kami ya karena survei kami trendnya selalu naik," tukasnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deprppu) PDIP Taufiq Kiemas menyatakan, pihaknya akan lebih berhati-hati mencari mitra koalisi dalam menghadapi Pemilu 2014 mendatang. Pernyataan ini terlontar setelah dikonfirmasi media atas hasil survei Saiful Mujani Reseach and Consulting (SMRC).
Dalam survei itu dikatakan, berdasarkan hasil Pilgub DKI Jakarta, Prabowo lebih banyak diuntungkan atas kemenangan Joko Widodo. Padahal, Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta yang biasa disapa Jokowi itu diusung bersama PDIP dan Gerindra.
"Kapok juga, tapi enggak mau jadi anak kecil. Untung semua wartawan ngomong. Jadi bahagia juga kita. Saya rasa pasti pikiranya begitu. Tapi kan yang ngomong bukan kader PDIP," ujar Taufiq di Gedung DPR, Jakarta Senin 24 September 2012.
"Ya saya kira itu pernyataan dari seorang senior terhadap juniornya," ujar Muzani saat dihubungi wartawan, Selasa (25/9/2012).
Anggota komisi I DPR ini mengaku tidak tersinggung dengan pernyataan Taufiq mengenai lebih berhati-hati dalam berkoalisi, khususnya menghadapi pemilu presiden (pilpres) 2014 mendatang.
"Nasehat itu kan perlu direnungkan, saya menganggapnya ungkapan dari sorang senior," kata Muzani.
Sementara itu, mengenai polemik yang menyatakan Gerindra lebih banyak memetik keuntungan politik atas kemenangan Joko Widodo dalam pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta, dirinya merasa heran. Pasalnya, dia juga tidak tau keuntungan apa yang diperoleh partainya atas suksesi Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta yang biasa disapa Jokowi itu.
"Saya belum tahu untungnya apa? Kami merasa untung dimana, kalau soal survei kami ya karena survei kami trendnya selalu naik," tukasnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deprppu) PDIP Taufiq Kiemas menyatakan, pihaknya akan lebih berhati-hati mencari mitra koalisi dalam menghadapi Pemilu 2014 mendatang. Pernyataan ini terlontar setelah dikonfirmasi media atas hasil survei Saiful Mujani Reseach and Consulting (SMRC).
Dalam survei itu dikatakan, berdasarkan hasil Pilgub DKI Jakarta, Prabowo lebih banyak diuntungkan atas kemenangan Joko Widodo. Padahal, Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta yang biasa disapa Jokowi itu diusung bersama PDIP dan Gerindra.
"Kapok juga, tapi enggak mau jadi anak kecil. Untung semua wartawan ngomong. Jadi bahagia juga kita. Saya rasa pasti pikiranya begitu. Tapi kan yang ngomong bukan kader PDIP," ujar Taufiq di Gedung DPR, Jakarta Senin 24 September 2012.
(kur)