Kemenangan Jokowi, keuntungan buat Prabowo
Minggu, 23 September 2012 - 13:49 WIB
Kemenangan Jokowi, keuntungan buat Prabowo
A
A
A
Sindonews.com - Kemenangan Jokowi-Ahok pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua kemarin ikut menngkatkan popularitas Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto menjelang Pemilihan Presiden 2014 mendatang.
Berdasarkan hasil survey Saiful Mujani Research and Consulting kemenangan Jokowi-Ahok memberikan pengaruh besar terhadap Prabowo.
Survey yang diambil dari sekitar 740 orang responden yang tersebar di Jakarta saat pemilihan Pilgub DKI Jakarta 20 September kemarin, menempatkan Prabowo berada di urutan pertama Presiden yang akan dipilih apabila Pilpres diadakan secara dadakan antara tanggal 7-11 September 2012 lalu. Di belakang Prabowo menyusul Megawati, dan Aburizal Bakrie.
"Warga Jakarta secara umum paling banyak memilih Prabowo (19 persen) dibanding tokoh-tokoh lain untuk menjadi Presiden," kata CEO Saiful Mujani Research and Consulting, Gress Natalie, di Morrisey, Jakarta, Minggu (23/9/2012).
Lebih lanjut lagi, Gress menjelaskan pemilih Jokowi-Ahok sebanyak 25 persen akan memilih Prabowo sebagai Presiden dibandingkan Megawati yang sama-sama mengusung Jokowi-Ahok.
"Bukan megawati yg mengambil keuntungan tapi Prabowo. Prabowo unggul cukup jauh sehingga selisihnya hingga 9 persen," jelas Gress.
Dalam survei dengan menggunakan metode stratified two-stage random sampling itu, masyarakat disurvei melalui pertanyaan semi terbuka. Hasilnya Presiden yang akan dipilih masyarakat, yakni Prabowo sebesar 19,1 persen, Megawati sebesar 10,1 persen, Aburizal Bakrie sebesar 10 persen, Kalla sebesar 6,5 persen, Dahlan sebesar 5,6 persen, Hidayat sebesar 5,2 persen, dan Sultan sebesar 4,9 persen.
Berdasarkan hasil survey Saiful Mujani Research and Consulting kemenangan Jokowi-Ahok memberikan pengaruh besar terhadap Prabowo.
Survey yang diambil dari sekitar 740 orang responden yang tersebar di Jakarta saat pemilihan Pilgub DKI Jakarta 20 September kemarin, menempatkan Prabowo berada di urutan pertama Presiden yang akan dipilih apabila Pilpres diadakan secara dadakan antara tanggal 7-11 September 2012 lalu. Di belakang Prabowo menyusul Megawati, dan Aburizal Bakrie.
"Warga Jakarta secara umum paling banyak memilih Prabowo (19 persen) dibanding tokoh-tokoh lain untuk menjadi Presiden," kata CEO Saiful Mujani Research and Consulting, Gress Natalie, di Morrisey, Jakarta, Minggu (23/9/2012).
Lebih lanjut lagi, Gress menjelaskan pemilih Jokowi-Ahok sebanyak 25 persen akan memilih Prabowo sebagai Presiden dibandingkan Megawati yang sama-sama mengusung Jokowi-Ahok.
"Bukan megawati yg mengambil keuntungan tapi Prabowo. Prabowo unggul cukup jauh sehingga selisihnya hingga 9 persen," jelas Gress.
Dalam survei dengan menggunakan metode stratified two-stage random sampling itu, masyarakat disurvei melalui pertanyaan semi terbuka. Hasilnya Presiden yang akan dipilih masyarakat, yakni Prabowo sebesar 19,1 persen, Megawati sebesar 10,1 persen, Aburizal Bakrie sebesar 10 persen, Kalla sebesar 6,5 persen, Dahlan sebesar 5,6 persen, Hidayat sebesar 5,2 persen, dan Sultan sebesar 4,9 persen.
(ysw)