Pengamat: Apache akan tambah kekuatan pertahanan
Jum'at, 21 September 2012 - 19:31 WIB
Pengamat: Apache akan tambah kekuatan pertahanan
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia kembali berencana menambah kekuatan pertahanannya. Kali ini, Pemerintah Indonesia tertarik untuk membeli helikopter serbu Apache dari Amerika Serikat. Meski pengajuan resmi belum disampaikan pemerintah, namun pemerintah Amerika Serikat menyatakan siap menjual delapan unit Apache ke Indonesia.
Menanggapi hal ini, pengamat militer Wawan Purwanto menilai, pengadaan delapan unit Helikopter Apache dari Amerika Serikat akan menambah kekuatan pertahanan Indonesia. Pasalnya, saat ini banyak alat utama sistem senjata (alutsista) TNI yang sudah tua.
"Prajurit kita yang terbaik meninggal bukan di pertempuran, tetapi pada saat latihan. Ini disebabkan alutsista kita sudah usang," katanya di Pekayon, Jakarta Timur, Jumat (21/9/2012).
Dia mengungkapkan, Helicopter Apache merupakan salah satu jenis helikopter jenis serbu yang diandalkan militer beberapa negara. Karenanya, kehadiran Apache akan sangat berdampak pada penguatan perlindungan keamanan nasional.
"Kita ingin ke depan ada daya dobrak dan gentar bagi negara-negara lain, sehingga negara lain tidak melihat sebelah mata tentang keberadaan Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, sejauh ini pemerintah telah berupaya menyediakan anggaran untuk memperkuat pertahanan sesuai program MEF yang memiliki postur anggaran terbesar kedua setelah pendidikan.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan, Amerika Serikat memang sudah mengetahui niat Indonesia untuk membeli helikopter serbu Apache dari mereka. "AS sudah berikan signal untuk disiapkan kalau Indonesia mau beli delapan biji Apache," ungkapnya.
Meski demikian, realisasi pengadaan belum bisa dilakukan karena ada proses di dalam negeri yang harus dilalui terlebih dahulu. Jika rencana ini disetujui, maka Apache tersebut diproyeksikan untuk memperkuat jajaran Angkatan Darat yang sudah punya sekira 15 unit helikopter serbu.
Menanggapi hal ini, pengamat militer Wawan Purwanto menilai, pengadaan delapan unit Helikopter Apache dari Amerika Serikat akan menambah kekuatan pertahanan Indonesia. Pasalnya, saat ini banyak alat utama sistem senjata (alutsista) TNI yang sudah tua.
"Prajurit kita yang terbaik meninggal bukan di pertempuran, tetapi pada saat latihan. Ini disebabkan alutsista kita sudah usang," katanya di Pekayon, Jakarta Timur, Jumat (21/9/2012).
Dia mengungkapkan, Helicopter Apache merupakan salah satu jenis helikopter jenis serbu yang diandalkan militer beberapa negara. Karenanya, kehadiran Apache akan sangat berdampak pada penguatan perlindungan keamanan nasional.
"Kita ingin ke depan ada daya dobrak dan gentar bagi negara-negara lain, sehingga negara lain tidak melihat sebelah mata tentang keberadaan Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, sejauh ini pemerintah telah berupaya menyediakan anggaran untuk memperkuat pertahanan sesuai program MEF yang memiliki postur anggaran terbesar kedua setelah pendidikan.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan, Amerika Serikat memang sudah mengetahui niat Indonesia untuk membeli helikopter serbu Apache dari mereka. "AS sudah berikan signal untuk disiapkan kalau Indonesia mau beli delapan biji Apache," ungkapnya.
Meski demikian, realisasi pengadaan belum bisa dilakukan karena ada proses di dalam negeri yang harus dilalui terlebih dahulu. Jika rencana ini disetujui, maka Apache tersebut diproyeksikan untuk memperkuat jajaran Angkatan Darat yang sudah punya sekira 15 unit helikopter serbu.
(lil)