NasDem tetap dorong Pilkada langsung
Selasa, 18 September 2012 - 03:31 WIB
NasDem tetap dorong Pilkada langsung
A
A
A
Sindonews.com - Partai NasDem tidak sepakat dengan usulan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) terkait penghapusan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung, dan mengembalikan Pilkada dilakukan di tingkat DPRD.
Sekretaris Majelis Nasional Partai NasDem Jeffrie Geovanie mengatakan, Partai NasDem tidak sepakat dengan rekomendasi yang dikeluarkan PB NU terkait pelaksanaan Pilkada. Karena, pelaksanaan Pilkada langsung saat ini merupakan pilihan terbaik dari pilihan yang ada.
"NasDem sampai saat ini tetap mendukung pelaksanaan Pilkada secara langsung, sebagai pilihan terbaik dari pilihan buruk yang lain," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin 17 September 2012.
Meski demikian, Partai NasDem tetap akan menghormati rekomendasi PB NU yang mempertimbangkan banyaknya efek negatif dari pelaksanaan Pilkada langsung, seperti politik uang, biaya politik yang mahal, hingga konflik sosial yang kerap terjadi.
Menurutnya, partai politik seharusnya mau memberikan pendidikan politik kepada masyarakat untuk mewujudkan pelaksanaan Pilkada yang lebih baik. "Masih perlu pendidikan politik agar warga dan peserta pemilu cerdas. Yang perlu diperbaiki adalah kedewasaan dari partai," ujarnya.
Dia mengungkapkan, partai politik harus mau melakukan pembenahan di internalnya, dan menciptakan regenerasi pemimpin. "Partai harus benar-benar bisa menjadi tulang punggung pembangunan bangsa," tandasnya.
Sekretaris Majelis Nasional Partai NasDem Jeffrie Geovanie mengatakan, Partai NasDem tidak sepakat dengan rekomendasi yang dikeluarkan PB NU terkait pelaksanaan Pilkada. Karena, pelaksanaan Pilkada langsung saat ini merupakan pilihan terbaik dari pilihan yang ada.
"NasDem sampai saat ini tetap mendukung pelaksanaan Pilkada secara langsung, sebagai pilihan terbaik dari pilihan buruk yang lain," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin 17 September 2012.
Meski demikian, Partai NasDem tetap akan menghormati rekomendasi PB NU yang mempertimbangkan banyaknya efek negatif dari pelaksanaan Pilkada langsung, seperti politik uang, biaya politik yang mahal, hingga konflik sosial yang kerap terjadi.
Menurutnya, partai politik seharusnya mau memberikan pendidikan politik kepada masyarakat untuk mewujudkan pelaksanaan Pilkada yang lebih baik. "Masih perlu pendidikan politik agar warga dan peserta pemilu cerdas. Yang perlu diperbaiki adalah kedewasaan dari partai," ujarnya.
Dia mengungkapkan, partai politik harus mau melakukan pembenahan di internalnya, dan menciptakan regenerasi pemimpin. "Partai harus benar-benar bisa menjadi tulang punggung pembangunan bangsa," tandasnya.
(lil)