Intai teroris, Densus 88 ngaku debt collector
Senin, 17 September 2012 - 19:32 WIB
Intai teroris, Densus 88 ngaku debt collector
A
A
A
Sindonews.com - Sebelum melakukan penangkapan terhadap satu terduga teroris di depan Masjid Al Goufur yang berada di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, salah seorang petugas Densus 88 sudah melakukan pengintaian dan mengaku sebagai debt collector dan nongkrong di warung sekitar masjid.
Willis Sulityirini pemilik warung di depan Masjid Al Goufur menceritakan, tak menyangka kalau orang yang duduk di warungnya adalah petugas Densus 88.
"Soalnya diantara mereka ada yang mengaku sebagai debt collector yang akan menagih utang kreditan motor," katanya, Senin (17/9/2012).
Penangkapan yang dilakukan Densus 88 kali ini cukup rapi. Petugas yang sudah melakukan pengintaian, langsung menyergap seorang tersangka begitu berada di gerbang Masjid.
"Tiba-tiba mereka keluar warung dan langsung memegangi seorang lelaki di depan masjid, saya baru sadar kalau mereka itu petugas saat senjata salah satu di antara mereka terlihat," terangnya lagi.
Penangkapan yang terjadi tanpa perlawanan, tidak membuat lokasi kejadian dikerumuni warga. Hanya beberapa warga yang melihat kejadian penangkapan tersebut. Sedangkan warga yang melintas tak menyadari kalau terjadi penyergapan teroris.
Willis Sulityirini pemilik warung di depan Masjid Al Goufur menceritakan, tak menyangka kalau orang yang duduk di warungnya adalah petugas Densus 88.
"Soalnya diantara mereka ada yang mengaku sebagai debt collector yang akan menagih utang kreditan motor," katanya, Senin (17/9/2012).
Penangkapan yang dilakukan Densus 88 kali ini cukup rapi. Petugas yang sudah melakukan pengintaian, langsung menyergap seorang tersangka begitu berada di gerbang Masjid.
"Tiba-tiba mereka keluar warung dan langsung memegangi seorang lelaki di depan masjid, saya baru sadar kalau mereka itu petugas saat senjata salah satu di antara mereka terlihat," terangnya lagi.
Penangkapan yang terjadi tanpa perlawanan, tidak membuat lokasi kejadian dikerumuni warga. Hanya beberapa warga yang melihat kejadian penangkapan tersebut. Sedangkan warga yang melintas tak menyadari kalau terjadi penyergapan teroris.
(ysw)