Jadi Cawapres, peluang Sultan tergantung survey
Minggu, 16 September 2012 - 18:04 WIB
Jadi Cawapres, peluang Sultan tergantung survey
A
A
A
Sindonews.com - Peluang Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menjadi calon wakil presiden (wapres) melalui Partai Golkar tergantung dari hasil survey yang dilakukan Partai Golkar. Ada empat hal yang akan mempengaruhi peluang Sultan mendampingi Ical.
Peluang tersebut adalah, sikap masyarakat secara umum dari wacana yang dibawa oleh jajaran DPD Partai Golkar DIY tersebut. Penyikapan kader Golkar di 33 provinsi dengan usulan yang rencananya akan dibawa ke Rapimnas Partai Golkar akhir tahun mendatang.
Kemudian kemauan baik dari kubu Aburizal Bakrie yang saat ini menjadi calon presiden dari Partai Golkar. Yang terakhir adalah kemauan dari HB X sebagai figur yang akan dicalonkan.
"Kalau salah satunya enggak, ya sudah," ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DIY Gandung Pardiman, Minggu (16/9/2012).
Menurut Anggota DPR RI tersebut, Partai Golkar akan menggelar survey untuk mengetahui keempat permasalahan tersebut. Survey akan dilakukan dengan melibatkan Lembaga Survei Indonesia (LSI) Indo Barometer.
Sementara semenjak dihembuskan pasca pendeklarasian Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sebagai calon presiden, saat ini Gandung mengklaim wacana menempatkan HB X menjadi pendamping sudah di dukung 20 dari 33 DPD Partai Golkar.
Kendati sudah lebih dari 50 persen provinsi mendukung, hal tersebut diakui belum menjadi jaminan pemasangan Ical dan HB X menjadi final. "Kalau beliau sudah mantap baru komunikasi," jelasnya.
Terpisah Wakil Ketua DPD Partai Golkar Bidang Kaderisasi Janu Ismadi mengatakan, pengunduran HB X dari Partai Golkar bukan persoalan untuk membawa nama Gubernur DIY tersebut dalam rapimnas. Karena alasan pengunduran diri dilakukan untuk memenuhi aturan di UU Keistimewaan DIY.
"Mundur itu untuk mematuhi undang-undang. Sehingga pada prinsipnya kita yakin, tidak menjadi anggota partai itu karena undang-undang, tetapi untuk hati kita yakin masih tetap," jelas Wakil Ketua DPRD DIY tersebut.
Penilaian tersebutlah yang menurutnya, tidak mengurangi niat DPD Partai Golkar DIY untuk mengusung HB X menjadi calon wakil presiden. Penilaian itu tidak hanya muncul dari kalangan Partai Golkar DIY, namun juga sempat dimunculkan oleh Aburizal Bakrie.
Namun demikian, HB X mengatakan, penilaian tersebut bukan pernyataan darinya. "Semua bisa berpendapat seperti itu," tandasnya.
Peluang tersebut adalah, sikap masyarakat secara umum dari wacana yang dibawa oleh jajaran DPD Partai Golkar DIY tersebut. Penyikapan kader Golkar di 33 provinsi dengan usulan yang rencananya akan dibawa ke Rapimnas Partai Golkar akhir tahun mendatang.
Kemudian kemauan baik dari kubu Aburizal Bakrie yang saat ini menjadi calon presiden dari Partai Golkar. Yang terakhir adalah kemauan dari HB X sebagai figur yang akan dicalonkan.
"Kalau salah satunya enggak, ya sudah," ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DIY Gandung Pardiman, Minggu (16/9/2012).
Menurut Anggota DPR RI tersebut, Partai Golkar akan menggelar survey untuk mengetahui keempat permasalahan tersebut. Survey akan dilakukan dengan melibatkan Lembaga Survei Indonesia (LSI) Indo Barometer.
Sementara semenjak dihembuskan pasca pendeklarasian Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sebagai calon presiden, saat ini Gandung mengklaim wacana menempatkan HB X menjadi pendamping sudah di dukung 20 dari 33 DPD Partai Golkar.
Kendati sudah lebih dari 50 persen provinsi mendukung, hal tersebut diakui belum menjadi jaminan pemasangan Ical dan HB X menjadi final. "Kalau beliau sudah mantap baru komunikasi," jelasnya.
Terpisah Wakil Ketua DPD Partai Golkar Bidang Kaderisasi Janu Ismadi mengatakan, pengunduran HB X dari Partai Golkar bukan persoalan untuk membawa nama Gubernur DIY tersebut dalam rapimnas. Karena alasan pengunduran diri dilakukan untuk memenuhi aturan di UU Keistimewaan DIY.
"Mundur itu untuk mematuhi undang-undang. Sehingga pada prinsipnya kita yakin, tidak menjadi anggota partai itu karena undang-undang, tetapi untuk hati kita yakin masih tetap," jelas Wakil Ketua DPRD DIY tersebut.
Penilaian tersebutlah yang menurutnya, tidak mengurangi niat DPD Partai Golkar DIY untuk mengusung HB X menjadi calon wakil presiden. Penilaian itu tidak hanya muncul dari kalangan Partai Golkar DIY, namun juga sempat dimunculkan oleh Aburizal Bakrie.
Namun demikian, HB X mengatakan, penilaian tersebut bukan pernyataan darinya. "Semua bisa berpendapat seperti itu," tandasnya.
(ysw)