KPK ikut jaga tahanannya di Rutan TNI
Minggu, 16 September 2012 - 14:52 WIB
KPK ikut jaga tahanannya di Rutan TNI
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan ikut menjaga tahanannya yang dititipkan di rumah tahanan (Rutan) Kodam Jaya milik TNI. Hal itu, merupakan salah satu bagian dari kerjasama yang dilakukan antara KPK dengan TNI.
Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, KPK diberikan kewenangan dalam mengurus dan mengelola rutan yang ditempati tahanannya, termasuk soal pengamanan. Sehingga, nantinya KPK juga akan menempatkan petugasnya di sana.
"KPK diberikan kesempatan untuk menempatkan orang di sana (rutan) untuk menjaga keamanan tahanan," katanya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Minggu (16/9/2012).
Sayangnya, Johan masih belum bisa menjelaskan berapa sel di rutan tersebut yang nantinya akan digunakan KPK untuk menahan para tahanan kasus dugaan korupsi itu. "Belum ada informasi mengenai detailnya," ujarnya.
Sebelumnya, KPK melakukan kerjasama dengan TNI untuk meminjam rutan milik TNI, karena kian bertambahnya jumlah tahanan KPK yang tidak dibarengi dengan kapasitas ruang tahanan yang ada di Rutan KPK saat ini.
Adapun Rutan TNI yang akan dipakai KPK adalah milik Kodam Jaya, yang juga terletak di area kuningan, dan tak jauh dari kantor KPK. "Diharapkan kerja sama yang telah dibangun antara KPK dan TNI selama ini mampu memberikan sinergi penegakan hukum pemberantasan korupsi secara independen, dan bebas dari kekuasaan manapun," kata Ketua KPK.
Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, KPK diberikan kewenangan dalam mengurus dan mengelola rutan yang ditempati tahanannya, termasuk soal pengamanan. Sehingga, nantinya KPK juga akan menempatkan petugasnya di sana.
"KPK diberikan kesempatan untuk menempatkan orang di sana (rutan) untuk menjaga keamanan tahanan," katanya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Minggu (16/9/2012).
Sayangnya, Johan masih belum bisa menjelaskan berapa sel di rutan tersebut yang nantinya akan digunakan KPK untuk menahan para tahanan kasus dugaan korupsi itu. "Belum ada informasi mengenai detailnya," ujarnya.
Sebelumnya, KPK melakukan kerjasama dengan TNI untuk meminjam rutan milik TNI, karena kian bertambahnya jumlah tahanan KPK yang tidak dibarengi dengan kapasitas ruang tahanan yang ada di Rutan KPK saat ini.
Adapun Rutan TNI yang akan dipakai KPK adalah milik Kodam Jaya, yang juga terletak di area kuningan, dan tak jauh dari kantor KPK. "Diharapkan kerja sama yang telah dibangun antara KPK dan TNI selama ini mampu memberikan sinergi penegakan hukum pemberantasan korupsi secara independen, dan bebas dari kekuasaan manapun," kata Ketua KPK.
(lil)