Pendukung infrastruktur untuk tank tempur

Sabtu, 15 September 2012 - 00:02 WIB
Pendukung infrastruktur...
Pendukung infrastruktur untuk tank tempur
A A A
Sindonews.com - Pemerintah harus segera memikirkan pembangunan infrastruktur dan mengkaji lokasi-lokasi penempatan untuk tank-tank tempur yang segera datang dari Jerman. Pasalnya, sebagian besar infrastruktur yang ada sekarang tidak dirancang untuk mendukung pergerakan kendaraan tempur, seperti tank.

Pengamat pertahanan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Cornelis Lay menuturkan, tank yang dimiliki Indonesia sekarang ini memang sudah tidak sesuai dengan tuntutan jaman.

"Tapi dengan membeli tank seberat 63 ton (Leopard), kesulitan kita infrastruktur tidak tersedia," paparnya saat dihubungi, Jumat (14/9/2012).

Kendala infrastruktur makin jelas bila tank-tank itu di tempatkan di wilayah perbatasan. "Itu kesulitan teknis mau penempatannya dimana?," sebut dia.

Cornelis menyebut, infrastruktur yang ada pembangunannya tidak dirancang untuk mendukung pergerakan kendaraan militer, sebagaimana banyak dilakukan negara lain di dunia. Kalaupun ada yang sanggup, itu pun jumlahnya terbatas.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga patut mengkaji masalah strategi penempatan ini dengan kebijakan politik luar negeri. Pada 2015, kebijakan politik luar negeri mengarahkan Indonesia menjadi bagian ASEAN Community yang memiliki tiga kesepakatan integrasi.

Integrasi pertama adalah integrasi wilayah, kemudian integrasi lembaga, serta integrasi penduduk. Integrasi-integrasi ini membuat semua negara ASEAN Community terbuka satu sama lain.

"Apakah dengan kebijakan seperti ini, penjagaan perbatasan dengan penguatan militer di perbatasan (Kalimantan-Malaysia) masih relevan?. Memang masih ada perbatasan lain seperti di Papua, tapi ya itu tadi kendalanya infrastruktur," sebut dia.

Meski demikian, Cornelis menambahkan, semangat untuk memoderniasai alat utama sistem senjata (alutsista) TNI patut didukung.

"Mungkin itu nanti tetap bisa compatible dengan politik luar negeri lainnya," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Antusiasme Warga di...
Antusiasme Warga di Pameran Alutsista Peringatan HUT ke-79 TNI
Mampukah N219 Amphibious...
Mampukah N219 Amphibious Sukses di Pasaran?
Pangkoarmada II Inspeksi...
Pangkoarmada II Inspeksi Kapal Perang
Perlu Evaluasi Modernisasi...
Perlu Evaluasi Modernisasi Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit TNI
Mantan Sekjen Kemhan...
Mantan Sekjen Kemhan Kritik Prabowo Beli Alutsista Bekas, Ini Penjelasannya
Dilengkapi Meriam Kaliber...
Dilengkapi Meriam Kaliber 40 mm, KRI Tuna-876 Perkuat Koarmada I
Berita Terkini
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved