Yusril maju sebagai Capres PBB
Selasa, 11 September 2012 - 07:45 WIB
Yusril maju sebagai Capres PBB
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra mengaku bersedia maju sebagai calon presiden (capres) 2014 melalui Partai Bulan Bintang (PBB).
"Saya harus maju sebagai capres untuk Pilpres 2014. Itu karena saat ini pemimpin tidak ada yang benar urus negara," ujarnya di Jakarta, Senin (10/9/2012).
Yusril mengaku tidak terlalu mempersiapkan strategi khusus untuk pencapresan dirinya. Dengan berbagai pengalamannya di pemerintahan sebagai menteri hukum dan HAM serta sebagai menteri sekretaris negara, dia yakin dapat memimpin agenda perbaikan negara ini.
"Dari pengalaman dua periode di balik presiden, saya menge- 0tahui persoalan yang dihadapi bangsa ini," katanya.
Yusril menambahkan, sejumlah parpol telah bersiap berkoalisi dengan PBB sebagai kendaraan politiknya menjadi capres.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto mengaku tidak mau terburu-buru mendeklarasikan diri sebagai capres meski semua pengurus daerah sudah mendaulatnya.
"Kita tunggu yang tepat dan dengan perhitungan cukup matang. Kami tak mau terjebak seremonial politik," kata Wiranto di Gedung DPR, Jakarta.
"Saya harus maju sebagai capres untuk Pilpres 2014. Itu karena saat ini pemimpin tidak ada yang benar urus negara," ujarnya di Jakarta, Senin (10/9/2012).
Yusril mengaku tidak terlalu mempersiapkan strategi khusus untuk pencapresan dirinya. Dengan berbagai pengalamannya di pemerintahan sebagai menteri hukum dan HAM serta sebagai menteri sekretaris negara, dia yakin dapat memimpin agenda perbaikan negara ini.
"Dari pengalaman dua periode di balik presiden, saya menge- 0tahui persoalan yang dihadapi bangsa ini," katanya.
Yusril menambahkan, sejumlah parpol telah bersiap berkoalisi dengan PBB sebagai kendaraan politiknya menjadi capres.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto mengaku tidak mau terburu-buru mendeklarasikan diri sebagai capres meski semua pengurus daerah sudah mendaulatnya.
"Kita tunggu yang tepat dan dengan perhitungan cukup matang. Kami tak mau terjebak seremonial politik," kata Wiranto di Gedung DPR, Jakarta.
(san)