Intelijen dilemahkan, teroris menguat

Senin, 10 September 2012 - 20:36 WIB
Intelijen dilemahkan,...
Intelijen dilemahkan, teroris menguat
A A A
Sindonews.com - Rentetan aksi teror yang terjadi belakangan ini dinilai sebagai konsekuensi dari pelemahan fungsi intelijen. Sekarang ini tidak ada perangkat undang-undang yang memungkinkan aparat keamanan bergerak cepat menangani terorisme.

Pengamat intelijen Wawan H Purwanto menerangkan, selama ini ada intrepretasi yang berbeda terkait sinergi antara aparat intelijen dengan aparat eksekutor. "Fungsi intelijen sekarang itu support informasi, tidak boleh eksekusi," katanya, Senin (10/9/2012).

Laporan yang diberikan intelijen tidak bisa langsung ditindaklanjuti aparat eksekutor. Sebab, laporan harus dicerna dulu, bahkan sampai ke presiden, baru kemudian diturunkan ke kementerian terkait sehingga hal itu perlu waktu.

Hal ini berbeda dengan pada masa ada UU Antisubversif dimana intelijen bisa langsung bertindak. Sehingga pencegahan bisa efektif. "Sekarang ini ada pelemahan intelijen. Hanya boleh menyalak, tidak boleh menggigit. Akibatnya ya seperti ini. Pasti ada yang harus dibayar mahal dengan (pelemahan) itu semua," sebut Wawan.

Bahkan, lanjut dia, DPR pun tak luput dari ancaman terorisme. "Baru setelah mereka terancam, teriak. Padahal yang yang mempreteli fungsi intelijen siapa, ya mereka itu sendiri. Untuk kepentingan masing-masing kelompok, akhirnya mengalahkan kepentingan yang lebih luas," terangnya.

Wawan memerkirakan, dengan kondisi seperti ini maka ancaman terorisme masih akan terus ada hingga setidaknya 10 tahun lagi. "Celah (untuk teror) itu masih terus menganga. Kalau mau efektif (pencegahan), harus berani memberikan kewenangan lebih," imbuhnya.
(ysw)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
YouTuber India Ditangkap,...
YouTuber India Ditangkap, Dituding Jadi Agen Intelijen Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved