2 terduga terorisme Depok melarikan diri
Minggu, 09 September 2012 - 13:45 WIB
2 terduga terorisme Depok melarikan diri
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Biro Penerangan Umum Mabes Polri mengatakan, sebanyak enam orang telah dimintai keterangan di Polres Depok paska peristiwa ledakan di Jalan Nusantara, RT 04/13, Kelurahan Beji, Depok, pada Sabtu 8 September 2012 malam.
Keenam orang tersebut yaitu Nanut Triaman kelahiran Cirebon 22 Feb 1950, Bagus Kuncoro kelahiran 22 Feb 1992 yang mengalami luka tangan akibat terkena percikan, Taufik kelahiran Jakarta 7 Juni 1980, Wulandari kelahiran 28 Oktober 1985, seorang yang diduga Thoriq mengalami luka parah, dan Fajaruddin seorang pemilik warung disekitar lokasi kelahiran Jakarta 16 Juni 1985.
Boy menjelaskan, berdasarkan keterangan dari Fajarudin dan Bagus, setelah terjadi ledakan keduanya melihat dua orang setengah berlari meninggalkan rumah yang dijadikan yayasan tersebut.
"Satu orang menggunakan kaos mengalami luka di punggung dan yang satu lagi menggunakan jaket," tutur Boy, di Jakarta, Minggu (9/9/2012).
Hingga kini, sambung Boy, pihaknya masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab terjadinya ledakan dan pelaku yang diduga teroris.
Keenam orang tersebut yaitu Nanut Triaman kelahiran Cirebon 22 Feb 1950, Bagus Kuncoro kelahiran 22 Feb 1992 yang mengalami luka tangan akibat terkena percikan, Taufik kelahiran Jakarta 7 Juni 1980, Wulandari kelahiran 28 Oktober 1985, seorang yang diduga Thoriq mengalami luka parah, dan Fajaruddin seorang pemilik warung disekitar lokasi kelahiran Jakarta 16 Juni 1985.
Boy menjelaskan, berdasarkan keterangan dari Fajarudin dan Bagus, setelah terjadi ledakan keduanya melihat dua orang setengah berlari meninggalkan rumah yang dijadikan yayasan tersebut.
"Satu orang menggunakan kaos mengalami luka di punggung dan yang satu lagi menggunakan jaket," tutur Boy, di Jakarta, Minggu (9/9/2012).
Hingga kini, sambung Boy, pihaknya masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab terjadinya ledakan dan pelaku yang diduga teroris.
(san)