PKS plot Luthfi jadi tokoh nasional baru
Rabu, 05 September 2012 - 21:52 WIB
PKS plot Luthfi jadi tokoh nasional baru
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat Politik dari Universitas IslamxNegeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Andi Syafrani menilai, wacana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mencapreskan Luthfi Hasan Ishaq sebagai capres (calon presiden), adalah upaya partai tersebut dalam melahirkan tokoh nasional baru.
Hal tersebut dilakukan pasca merosotnya popularitas dan elektabilitas Hidayat Nur Wahid, yang selama ini menjadi satu-satunya tokoh nasional yang dimiliki PKS.
"Apalagi Hidayat dalam Pilgub DKI kalah. Artinya popularitas Hidayat sudah kedaluarsa," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (5/9/2012).
Seperti diberitakan sebelumnya, PKS berencana mengusung Luthfi Hasan Ishaq sebagai capres pada Pemilu 2014. Alasannya, Luthfi dianggap sebagai kader terbaik partai yang memenuhi semua syarat dan kriteria yang ditentukan PKS, sebagai capres.
Menurut Andi, langkah PKS tersebut dinilai untuk mengikuti irama politik partai lain yang mencapreskan kader terbaiknya, yaitu ketua umum (Ketum) partai. Ketum partai sendiri dinilai mampu mendongkrak elektabilitas partai.
"PKS kan ketua umumnya memakai istilah presiden. Jadi ini bagian dari strategi PKS untuk memasukkan ketua umumnya dalam kompetisi bursa capres 2014," katanya.
Menyikapi rencana tersebut, Presiden PKS Luthfi mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan partai. Meski begitu, dirinya menyatakan, belum akan berbicara banyak mengenai hal itu.
"Sekarang lebih baik konsentrasi membenahi infrastruktur partai. Proses pengkaderan harus lebih tertata lagi menjelang 2014," singkatnya.
Hal tersebut dilakukan pasca merosotnya popularitas dan elektabilitas Hidayat Nur Wahid, yang selama ini menjadi satu-satunya tokoh nasional yang dimiliki PKS.
"Apalagi Hidayat dalam Pilgub DKI kalah. Artinya popularitas Hidayat sudah kedaluarsa," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (5/9/2012).
Seperti diberitakan sebelumnya, PKS berencana mengusung Luthfi Hasan Ishaq sebagai capres pada Pemilu 2014. Alasannya, Luthfi dianggap sebagai kader terbaik partai yang memenuhi semua syarat dan kriteria yang ditentukan PKS, sebagai capres.
Menurut Andi, langkah PKS tersebut dinilai untuk mengikuti irama politik partai lain yang mencapreskan kader terbaiknya, yaitu ketua umum (Ketum) partai. Ketum partai sendiri dinilai mampu mendongkrak elektabilitas partai.
"PKS kan ketua umumnya memakai istilah presiden. Jadi ini bagian dari strategi PKS untuk memasukkan ketua umumnya dalam kompetisi bursa capres 2014," katanya.
Menyikapi rencana tersebut, Presiden PKS Luthfi mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan partai. Meski begitu, dirinya menyatakan, belum akan berbicara banyak mengenai hal itu.
"Sekarang lebih baik konsentrasi membenahi infrastruktur partai. Proses pengkaderan harus lebih tertata lagi menjelang 2014," singkatnya.
(ysw)