Wacana Pemilu serentak mesti dikaji lagi
Selasa, 04 September 2012 - 16:48 WIB
Wacana Pemilu serentak mesti dikaji lagi
A
A
A
Sindonews.com - Wacana lama yang kini digembar-gemborkan terkait pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak terus mengalir. Namun, hal itu butuh kajian yang mendalam, agar tidak menjadi sia-sia dan memeras tenaga dan pikiran.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPP PPP Bidang Komunikasi dan Informasi Arwani Thomafi, saat dihubungi, oleh wartawan, di Jakarta, Selasa (4/9/2012).
"Menurut saya, perlu kajian yang mendalam, efisiensinya apa. Kita berharap pemilu serentak. Efisiensi yang bisa dijawab masyarakat tidak tersibukkan dengan pelaksanaan pilkada (Pemilihan Kepala Daerah)," katanya.
Menurutnya, hal itu perlu adanya kajian antara pihak pemerintah, dan anggota dewan. Agar hal itu tidak sekedar menjadi wacana saja, serta harus mengedepankan efisien dan murah.
"Saya mengusulkan pembahasan menyeluruh antara pemerintah dan DPR," sarannya.
Saat ini, katanya, masyarakat harus mengikuti beberapa pemilu seperti Pemilu Legislatif (Pileg), Pemilukada dan Pilres hal itu dinilai terlalu menyibukkan masyarakat. Maka pemilu serentak dinilai lebih efektif.
Sebelumnya, usulan itu sempat dilontarkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saat pembahasan Pemilu Nasional pada bulan April lalu. Namun, tidak ada respon dari pihak pemerintah.
Kini, saat wacana tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi baru mengusulkan hal itu dan disambut baik oleh presiden.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPP PPP Bidang Komunikasi dan Informasi Arwani Thomafi, saat dihubungi, oleh wartawan, di Jakarta, Selasa (4/9/2012).
"Menurut saya, perlu kajian yang mendalam, efisiensinya apa. Kita berharap pemilu serentak. Efisiensi yang bisa dijawab masyarakat tidak tersibukkan dengan pelaksanaan pilkada (Pemilihan Kepala Daerah)," katanya.
Menurutnya, hal itu perlu adanya kajian antara pihak pemerintah, dan anggota dewan. Agar hal itu tidak sekedar menjadi wacana saja, serta harus mengedepankan efisien dan murah.
"Saya mengusulkan pembahasan menyeluruh antara pemerintah dan DPR," sarannya.
Saat ini, katanya, masyarakat harus mengikuti beberapa pemilu seperti Pemilu Legislatif (Pileg), Pemilukada dan Pilres hal itu dinilai terlalu menyibukkan masyarakat. Maka pemilu serentak dinilai lebih efektif.
Sebelumnya, usulan itu sempat dilontarkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saat pembahasan Pemilu Nasional pada bulan April lalu. Namun, tidak ada respon dari pihak pemerintah.
Kini, saat wacana tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi baru mengusulkan hal itu dan disambut baik oleh presiden.
(mhd)