Pembuatan KRI Klewang butuh Rp114 M
Sabtu, 01 September 2012 - 18:18 WIB
Pembuatan KRI Klewang butuh Rp114 M
A
A
A
Sindonews.com - Kapal berlunas tiga, KRI Klewang-625, yang baru saja diluncurkan digadang-gadang bakal menjadi salah satu kapal permukaan andalan TNI Angkatan Laut. Untuk membangun kapal generasi modern tersebut, dihabiskan dana sebesar Rp114 miliar.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Untung Suropati menuturkan, pembuatan satu unit kapal berjenis X3K Trimaran Class ini menghabiskan dana sekira Rp114 miliar yang diambil dari anggaran belanja modal devisa tahun anggaran 2009.
"Jika dibandingkan kapal dengan jenis kawal cepat rudal (KCR) lainnya, produksi dalam negeri seperti KRI Celurit-641, harga ini jelas jauh lebih mahal," katanya di Jakarta, Sabtu (1/9/2012).
Pembuatan KRI Celurit-641 sendiri dilakukan oleh galangan kapal PT Palindo Marine, Batam, dengan menghabiskan dana sekira Rp75 miliar. Namun, kapal itu hanya memiliki satu lambung.
Untung mengatakan, KRI Klewang-625 layak untuk menjadi kebanggaan rakyat Indonesia, karena merupakan kapal modern yang diproduksi oleh industri pertahanan di dalam negeri.
Kapal yang digagas oleh TNI Angkatan Laut (AL) dengan bekerja sama dengan PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi ini diproyeksikan menjadi kekuatan pemukul TNI Angkatan Laut yang handal dan menakutkan di lautan.
KRI Klewang-625 sendiri berbahan dasar komposit serat karbon yang ringan, tapi 20 kali lebih kuat dari baja. Keberhasilan pembangunan kapal perang canggih ini merupakan yang pertama oleh putra-putri Indonesia di galangan kapal dalam negeri PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi.
Sementara itu, anggota Komisi I DPR Susaningtyas Kertopati menyambut baik kelahiran KRI Klewang-625, lantaran kapal produksi dalam negeri ini memiliki kemampuan yang andal. "Saya rasa kita harus memerbanyak alutsista seperti itu,” ujarnya.
Dia menambahkan, dengan kemampuan antiradar yang dimiliki KRI Klewang, maka ini akan menjadi kekuatan tersendiri dalam menjaga wilayah laut Indonesia. "Keperluan ALKI (alur laut kepulauan Indonesia) kita akan lebih terlindungi dari ancaman bila memiliki kapal antiradar," tandasnya.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Untung Suropati menuturkan, pembuatan satu unit kapal berjenis X3K Trimaran Class ini menghabiskan dana sekira Rp114 miliar yang diambil dari anggaran belanja modal devisa tahun anggaran 2009.
"Jika dibandingkan kapal dengan jenis kawal cepat rudal (KCR) lainnya, produksi dalam negeri seperti KRI Celurit-641, harga ini jelas jauh lebih mahal," katanya di Jakarta, Sabtu (1/9/2012).
Pembuatan KRI Celurit-641 sendiri dilakukan oleh galangan kapal PT Palindo Marine, Batam, dengan menghabiskan dana sekira Rp75 miliar. Namun, kapal itu hanya memiliki satu lambung.
Untung mengatakan, KRI Klewang-625 layak untuk menjadi kebanggaan rakyat Indonesia, karena merupakan kapal modern yang diproduksi oleh industri pertahanan di dalam negeri.
Kapal yang digagas oleh TNI Angkatan Laut (AL) dengan bekerja sama dengan PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi ini diproyeksikan menjadi kekuatan pemukul TNI Angkatan Laut yang handal dan menakutkan di lautan.
KRI Klewang-625 sendiri berbahan dasar komposit serat karbon yang ringan, tapi 20 kali lebih kuat dari baja. Keberhasilan pembangunan kapal perang canggih ini merupakan yang pertama oleh putra-putri Indonesia di galangan kapal dalam negeri PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi.
Sementara itu, anggota Komisi I DPR Susaningtyas Kertopati menyambut baik kelahiran KRI Klewang-625, lantaran kapal produksi dalam negeri ini memiliki kemampuan yang andal. "Saya rasa kita harus memerbanyak alutsista seperti itu,” ujarnya.
Dia menambahkan, dengan kemampuan antiradar yang dimiliki KRI Klewang, maka ini akan menjadi kekuatan tersendiri dalam menjaga wilayah laut Indonesia. "Keperluan ALKI (alur laut kepulauan Indonesia) kita akan lebih terlindungi dari ancaman bila memiliki kapal antiradar," tandasnya.
(lil)