UKG rendah, tunjangan guru diputus
Kamis, 30 Agustus 2012 - 16:29 WIB
UKG rendah, tunjangan guru diputus
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah guru sertifikasi di lingkup Pemkab Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), terancam bakal diputus tunjanganya. Karena, hasil uji kompotensi guru (UKG) tidak mencapai standar.
Dari 2.000 orang guru lebih yang mengikuti UKG mulai TK, SD, SMP dan SMA, diselenggarakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bulukumba, Sulsel, beberapa hari lalu. Hanya, sembilan guru yang bisa meraih nilai 70, selebihnya di bawah angka persyaratan.
Kepala Disdikpora Bulukumba Andi Akbar Amier mengungkapkan, guru yang mendapatkan nilai di bawah 70 ini, rencananya akan diberikan pelatihan khusus berupa diklat untuk membantu guru dalam meraih angka yang telah dipersyaratkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
"Guru yang lulus hanya sembilan orang saja dari 2.000 peserta UKG, sehingga bagi yang gagal ini akan diberikan diklat khusus. Kalau sudah diberikan baru kembali gagal, bisa saja tunjangan sertifikasinya akan dihentikan. Makanya, guru harus serius mengikuti program ini," kata Akbar, di Bulukumba, Sulsel, Kamis (30/8/2012).
Mantan kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Bulukumba ini mengatakan, pihaknya masih menunggu proses model diklat dari pusat bagi guru yang belum lulus tersebut. Alasanya, karena program ini merupakan kegiatan Kemendikbud sehingga acuanya harus dari pusat.
"Kami masih menunggu proses selanjutnya, seperti apalagi yang mesti dilakukan daerah untuk guru gagal," tambahnya.
Adanya sejumlah guru yang tidak lulus, tambahnya, karena pengetahuan tentang materi yang diujikan dalam UKG memang terbilang rendah. Akbar berharap agar guru lebih giat belajar lagi.
"Guru perlu belajar lagi. Hasil UKG ini menunjukkan, bahwa pengetahuan guru sangat rendah," terangnya.
Meski demikian, lanjut Akbar, pihaknya tetap optimis guru yang gagal ini bisa meraih nilai baik, setelah mengikuti diklat nantinya. Sebab, mereka benar-benar akan diberikan pelatihan khusus.
"Saya mendukung penuh pelaksanaan uji kompetensi guru yang diprogramkan pusat ini. Sebab, menguji kemampuan para tenaga pendidik khususnya yang bersertifikasi," tuturnya.
Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Bulukumba Muhammad Djuharta mengatakan, pihaknya mengusulkan agar dinas pendidikan segera melakukan bimbingan khusus untuk peningkatan mutu pendidikan guru. Menurutnya, kegagalan guru ini menjadi bahan evaluasi Pemkab kedepannya.
"Harus ada bimbingan khusus. Sebab, pengetahuan guru masih sangat rendah berdasarkan hasil UKG," imbuhnya.
Berbeda dengan Akbar, aktivis Aliansi Masyarakat Penegak Demokrasi (AMPD) Bulukumba Muhammad Musafir menyarankan agar Disdikpora melakukan evaluasi khusus terhadap guru penerima sertifikasi. Alasannya, kegagalan ini menunjukkan pemberian tunjangan sertifikasi tidak tepat sasaran.
"Kalau perlu sertifikasi guru jangan dalam bentuk dana. Tapi, lebih kepada pelatihan atau pembelian laptop saja menunjang pengetahuan mereka," ujar Musafir.
Dari 2.000 orang guru lebih yang mengikuti UKG mulai TK, SD, SMP dan SMA, diselenggarakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bulukumba, Sulsel, beberapa hari lalu. Hanya, sembilan guru yang bisa meraih nilai 70, selebihnya di bawah angka persyaratan.
Kepala Disdikpora Bulukumba Andi Akbar Amier mengungkapkan, guru yang mendapatkan nilai di bawah 70 ini, rencananya akan diberikan pelatihan khusus berupa diklat untuk membantu guru dalam meraih angka yang telah dipersyaratkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
"Guru yang lulus hanya sembilan orang saja dari 2.000 peserta UKG, sehingga bagi yang gagal ini akan diberikan diklat khusus. Kalau sudah diberikan baru kembali gagal, bisa saja tunjangan sertifikasinya akan dihentikan. Makanya, guru harus serius mengikuti program ini," kata Akbar, di Bulukumba, Sulsel, Kamis (30/8/2012).
Mantan kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Bulukumba ini mengatakan, pihaknya masih menunggu proses model diklat dari pusat bagi guru yang belum lulus tersebut. Alasanya, karena program ini merupakan kegiatan Kemendikbud sehingga acuanya harus dari pusat.
"Kami masih menunggu proses selanjutnya, seperti apalagi yang mesti dilakukan daerah untuk guru gagal," tambahnya.
Adanya sejumlah guru yang tidak lulus, tambahnya, karena pengetahuan tentang materi yang diujikan dalam UKG memang terbilang rendah. Akbar berharap agar guru lebih giat belajar lagi.
"Guru perlu belajar lagi. Hasil UKG ini menunjukkan, bahwa pengetahuan guru sangat rendah," terangnya.
Meski demikian, lanjut Akbar, pihaknya tetap optimis guru yang gagal ini bisa meraih nilai baik, setelah mengikuti diklat nantinya. Sebab, mereka benar-benar akan diberikan pelatihan khusus.
"Saya mendukung penuh pelaksanaan uji kompetensi guru yang diprogramkan pusat ini. Sebab, menguji kemampuan para tenaga pendidik khususnya yang bersertifikasi," tuturnya.
Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Bulukumba Muhammad Djuharta mengatakan, pihaknya mengusulkan agar dinas pendidikan segera melakukan bimbingan khusus untuk peningkatan mutu pendidikan guru. Menurutnya, kegagalan guru ini menjadi bahan evaluasi Pemkab kedepannya.
"Harus ada bimbingan khusus. Sebab, pengetahuan guru masih sangat rendah berdasarkan hasil UKG," imbuhnya.
Berbeda dengan Akbar, aktivis Aliansi Masyarakat Penegak Demokrasi (AMPD) Bulukumba Muhammad Musafir menyarankan agar Disdikpora melakukan evaluasi khusus terhadap guru penerima sertifikasi. Alasannya, kegagalan ini menunjukkan pemberian tunjangan sertifikasi tidak tepat sasaran.
"Kalau perlu sertifikasi guru jangan dalam bentuk dana. Tapi, lebih kepada pelatihan atau pembelian laptop saja menunjang pengetahuan mereka," ujar Musafir.
(mhd)