Kemenag harus maksimalkan pembinaan
Selasa, 28 Agustus 2012 - 16:16 WIB
Kemenag harus maksimalkan pembinaan
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali diminta untuk memaksimalkan peran pembinaan terhadap aliran yang berpotensi menjadi benih konflik. Pasalnya, sikap Menag selama ini dinilai cenderung membuat situasi tidak kondusif, karena menyimpulkan salah benar suatu aliran.
"Menag jangan memvonis siapa yang salah dalam situasi dimana sudah terjadi konflik. Ini kan selain Kepolisian, Kemenag juga tidak cepat merespon dan memberikan pembinaan. Kalau dibiarkan, pola Syiah caranya Gus Tajul Muluk ini lebih banyak ke fiqih. Bayangkan salat Jumat tidak wajib, yang seperti ini harusnya sejak awal ada pembinaan," kata anggota DPR dari dapil Madura Achsanul Qosasi, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/8/2012).
Wakil Sekretaris Fraksi Partai Demokrat itu mengatakan, harusnya Menag datang lebih awal ketika melihat aliran yang berpotensi menyimpang.
"Ini tidak semata-mata masalah hukum. Ini masalah akidah, masalah fiqih, masalah hubungan antar manusia, harus dijelaskan umat Islam harus menjaga keragaman," ujarnya.
Selain itu, dia juga menyayangkan sikap Menag yang selama ini yang terkesan hanya mengurus partai, dan sibuk dengan persoalan haji yang banyak dananya.
"Pikirkan juga masalah penyuluhan kepada umat beragama. Perkembangan dunia Islam, aliran, serta agama lain harus dia pantau, agar efektif melakukan pembinaannya," jelasnya.
"Menag jangan memvonis siapa yang salah dalam situasi dimana sudah terjadi konflik. Ini kan selain Kepolisian, Kemenag juga tidak cepat merespon dan memberikan pembinaan. Kalau dibiarkan, pola Syiah caranya Gus Tajul Muluk ini lebih banyak ke fiqih. Bayangkan salat Jumat tidak wajib, yang seperti ini harusnya sejak awal ada pembinaan," kata anggota DPR dari dapil Madura Achsanul Qosasi, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/8/2012).
Wakil Sekretaris Fraksi Partai Demokrat itu mengatakan, harusnya Menag datang lebih awal ketika melihat aliran yang berpotensi menyimpang.
"Ini tidak semata-mata masalah hukum. Ini masalah akidah, masalah fiqih, masalah hubungan antar manusia, harus dijelaskan umat Islam harus menjaga keragaman," ujarnya.
Selain itu, dia juga menyayangkan sikap Menag yang selama ini yang terkesan hanya mengurus partai, dan sibuk dengan persoalan haji yang banyak dananya.
"Pikirkan juga masalah penyuluhan kepada umat beragama. Perkembangan dunia Islam, aliran, serta agama lain harus dia pantau, agar efektif melakukan pembinaannya," jelasnya.
(lil)