2.500 prajurit TNI latihan di Natuna
Senin, 27 Agustus 2012 - 15:35 WIB
2.500 prajurit TNI latihan di Natuna
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 2.500 personel TNI mengikuti latihan di sekitar wilayah Laut Natuna, Kepulauan Riau. Dalam latihan itu, TNI mengerahkan lima KRI, empat pesawat tempur Hawk, enam pesawat angkut Hercules C-130, satu CN235, dan dua helikopter SA332.
Latihan itu sendiri merupakan gladi lapangan dari rangkaian latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang akan dilakukan pada 31 Agustus 2012 hingga 9 September 2012 mendatang.
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsekal Madya TNI Daryatmo mengatakan, latihan tersebut digelar rutin tiap tahun untuk meningkatkan profesionalisme dan kemampuan prajurit TNI dalam mengemban tugas PPRC.
"Tahun lalu di Dumai, tahun ini di Natuna. Mungkin tahun depan di Sangatta, Kaltim (Kalimantan Timur)," katanya usai membuka Latihan PPRC TNI Kilat XXIX TA 2012, di Makodiv I Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin (27/8/2012).
Dia mengungkapkan, pemilihan Natuna sebagai lokasi latihan, bukan karena Natuna dianggap rawan, dan memiliki potensi ancaman yang bisa mempengaruhi stabilitas nasional. "Ini hanya pilihan saja yang telah dirancang sejak jauh-jauh hari," tuturnya.
Seperti diketahui, Natuna merupakan wilayah Indonesia yang masuk wilayah perairan Laut Cina Selatan. Hingga sekarang, sengketa Laut Cina Selatan masih terjadi, dan melibatkan beberapa negara.
Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul menambahkan, latihan PPRC di Natuna bukan untuk mengantisipasi ketegangan di Laut China Selatan.
"Natuna ini merupakan wilayah kita. Kita bebas melakukan latihan dimana saja, mau di Natuna, di Dumai, atau pun dimana saja karena sesuai amanat UU 34 kita harus menjaga keutuhan wilayah NKRI. Itu gunanya TNI melakukan latihan," tandasnya.
Latihan itu sendiri merupakan gladi lapangan dari rangkaian latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang akan dilakukan pada 31 Agustus 2012 hingga 9 September 2012 mendatang.
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsekal Madya TNI Daryatmo mengatakan, latihan tersebut digelar rutin tiap tahun untuk meningkatkan profesionalisme dan kemampuan prajurit TNI dalam mengemban tugas PPRC.
"Tahun lalu di Dumai, tahun ini di Natuna. Mungkin tahun depan di Sangatta, Kaltim (Kalimantan Timur)," katanya usai membuka Latihan PPRC TNI Kilat XXIX TA 2012, di Makodiv I Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin (27/8/2012).
Dia mengungkapkan, pemilihan Natuna sebagai lokasi latihan, bukan karena Natuna dianggap rawan, dan memiliki potensi ancaman yang bisa mempengaruhi stabilitas nasional. "Ini hanya pilihan saja yang telah dirancang sejak jauh-jauh hari," tuturnya.
Seperti diketahui, Natuna merupakan wilayah Indonesia yang masuk wilayah perairan Laut Cina Selatan. Hingga sekarang, sengketa Laut Cina Selatan masih terjadi, dan melibatkan beberapa negara.
Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul menambahkan, latihan PPRC di Natuna bukan untuk mengantisipasi ketegangan di Laut China Selatan.
"Natuna ini merupakan wilayah kita. Kita bebas melakukan latihan dimana saja, mau di Natuna, di Dumai, atau pun dimana saja karena sesuai amanat UU 34 kita harus menjaga keutuhan wilayah NKRI. Itu gunanya TNI melakukan latihan," tandasnya.
(lil)