Hatta punya modal kuat jadi capres
Senin, 27 Agustus 2012 - 08:57 WIB
Hatta punya modal kuat jadi capres
A
A
A
Sindonews.com - Partai Amanat Nasional (PAN) disarankan untuk terus bekerja keras menyosialisasikan Hatta Rajasa sebagai calon presiden (capres). Sebab, Ketua Umum PAN tersebut dinilai memiliki modal yang kuat untuk maju dalam Pemilu Presiden 2014.
Direktur Eksekutif Indo Barometer Mohammad Qodari mengatakan, peluang Ketua Umum PAN Hatta Rajasa maju di Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 sangat besar, mengingat sejumlah keunggulan yang dimilikinya. "Hatta itu punya kendaraan politik meski masih menunggu syarat pengajuan capres di UU Pilpres,” kata Qodari di Jakarta, Minggu 26 Agustus 2012.
Lebih lanjut, Qodari mengungkapkan, selain memiliki kendaraan partai politik, Menteri Koordinator Perekonomian tersebut juga dinilai memiliki kedekatan dengan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebagai besan Presiden SBY, Hatta bisa saja diusung oleh Demokrat yang berkoalisi dengan PAN. Apalagi, sampai saat ini Demokrat belum mempunyai jagoan yang akan diusung.
Kelebihan yang juga penting menjadi modal Hatta maju di Pilpres 2014 karena sebagai pejabat publik. "Sebagai menko perekonomian, Hatta memiliki keunggulan ketimbang kandidat lain dan ini faktor yang sangat penting. Artinya, jika Hatta berhasil bekerja sebagai menko perekonomian, masyarakat tentu akan menilai sendiri dan memilihnya di 2014 nanti. Intinya, Hatta harus sukses bekerja sebagai menko perekonomian,” tegasnya.
Menurut Qodari, yang menjadi kendala bagi Hatta adalah tingkat elektabilitas yang masih rendah. "Hatta harus terus bekerja keras melakukan sosialisasi, baik ke media maupun langsung turun ke masyarakat untuk terus menaikkan elektabilitas dan popularitasnya. Dengan gencarnya dia bersosialisasi dan sukses bekerja sebagai menko perekonomian, saya kira Hatta layak maju sebagai pemimpin bangsa di 2014 nanti,” imbuhnya.
Berbeda dengan Sekjen DPP PAN Taufik Kurniawan yang optimistis partainya bisa meraih suara digit dobel sebagaimana yang telah ditargetkan di Pemilu 2014. "Kita terus melakukan koordinasi supaya target (perolehan) suara digit dobel tercapai sehingga langkah Hatta Rajasa mulus melenggang di Pilpres 2014 tanpa harus menunggu hasil UU Pilpres selesai digarap,” katanya.
Parpol Islam Bisa Usung Capres
Empat partai politik berbasis Islam diprediksi akan bisa mengusung calon presiden (capres) sendiri pada pemilu presiden (pilpres) jika berkoalisi. Empat parpol Islam yang dimaksud adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Direktur Eksekutif Segitiga Institute Muhammad Sukron mengatakan, jika melihat kembali pada sejarah pelaksanaan Pemilu 2009 lalu, ada dua partai berasaskan Islam yang lolos parliamentary threshold (PT). "Dua parpol Islam tersebut adalah PKS dan PPP, sedangkan dua parpol lainnya berbasiskan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, yakni PAN yang berbasis umat Muhammadiyah dan PKB yang berbasis umat Nahdlatul Ulama (NU),” ujarnya.
Namun, Sukron mengemukakan, ada beberapa kelemahan partai-partai dengan asas dan basis massa Islam seperti PPP, PKS, PAN, dan PKB. Kelemahannya adalah keempatnya belum dapat menyatu.
Direktur Eksekutif Indo Barometer Mohammad Qodari mengatakan, peluang Ketua Umum PAN Hatta Rajasa maju di Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 sangat besar, mengingat sejumlah keunggulan yang dimilikinya. "Hatta itu punya kendaraan politik meski masih menunggu syarat pengajuan capres di UU Pilpres,” kata Qodari di Jakarta, Minggu 26 Agustus 2012.
Lebih lanjut, Qodari mengungkapkan, selain memiliki kendaraan partai politik, Menteri Koordinator Perekonomian tersebut juga dinilai memiliki kedekatan dengan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebagai besan Presiden SBY, Hatta bisa saja diusung oleh Demokrat yang berkoalisi dengan PAN. Apalagi, sampai saat ini Demokrat belum mempunyai jagoan yang akan diusung.
Kelebihan yang juga penting menjadi modal Hatta maju di Pilpres 2014 karena sebagai pejabat publik. "Sebagai menko perekonomian, Hatta memiliki keunggulan ketimbang kandidat lain dan ini faktor yang sangat penting. Artinya, jika Hatta berhasil bekerja sebagai menko perekonomian, masyarakat tentu akan menilai sendiri dan memilihnya di 2014 nanti. Intinya, Hatta harus sukses bekerja sebagai menko perekonomian,” tegasnya.
Menurut Qodari, yang menjadi kendala bagi Hatta adalah tingkat elektabilitas yang masih rendah. "Hatta harus terus bekerja keras melakukan sosialisasi, baik ke media maupun langsung turun ke masyarakat untuk terus menaikkan elektabilitas dan popularitasnya. Dengan gencarnya dia bersosialisasi dan sukses bekerja sebagai menko perekonomian, saya kira Hatta layak maju sebagai pemimpin bangsa di 2014 nanti,” imbuhnya.
Berbeda dengan Sekjen DPP PAN Taufik Kurniawan yang optimistis partainya bisa meraih suara digit dobel sebagaimana yang telah ditargetkan di Pemilu 2014. "Kita terus melakukan koordinasi supaya target (perolehan) suara digit dobel tercapai sehingga langkah Hatta Rajasa mulus melenggang di Pilpres 2014 tanpa harus menunggu hasil UU Pilpres selesai digarap,” katanya.
Parpol Islam Bisa Usung Capres
Empat partai politik berbasis Islam diprediksi akan bisa mengusung calon presiden (capres) sendiri pada pemilu presiden (pilpres) jika berkoalisi. Empat parpol Islam yang dimaksud adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Direktur Eksekutif Segitiga Institute Muhammad Sukron mengatakan, jika melihat kembali pada sejarah pelaksanaan Pemilu 2009 lalu, ada dua partai berasaskan Islam yang lolos parliamentary threshold (PT). "Dua parpol Islam tersebut adalah PKS dan PPP, sedangkan dua parpol lainnya berbasiskan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, yakni PAN yang berbasis umat Muhammadiyah dan PKB yang berbasis umat Nahdlatul Ulama (NU),” ujarnya.
Namun, Sukron mengemukakan, ada beberapa kelemahan partai-partai dengan asas dan basis massa Islam seperti PPP, PKS, PAN, dan PKB. Kelemahannya adalah keempatnya belum dapat menyatu.
(lil)