Pilkada serentak bukan hal baru
Jum'at, 24 Agustus 2012 - 20:25 WIB
Pilkada serentak bukan hal baru
A
A
A
Sindonews.com - Usulan pemerintah soal penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak sebenarnya sudah pernah diusulkan oleh Fraksi PDIP saat pembahasan Pemilu Nasional pada bulan April lalu, namun tidak mendapat respon. Sekarang, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) baru mengusulkan hal itu dan disambut baik oleh presiden.
"Artinya gagasannya sama. Sayang saat itu tidak ada sambutan. Syukurlah kalau sekarang sudah sadar," ujar Wakil Ketua Komisi II dari Fraksi PDIP Gandjar Pranowo saat dihubungi di Jakarta, Jumat (24/8/2012).
Menurut Ketua Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada ini, jika hal tersebut sebenarnya saat membahas RUU Pileg, FPDIP sudah usul pemilu serentak. Bukan hanya Pilkada namun pemilu nasional juga diusulkan hal yang sama.
"Tidak hanya pilkada tapi dua pemilu besar, yakni pemilu nasional dan lokal," katanya.
Sekretaris Fraksi PDIP di DPR ini menambahkan penyelenggaraan Pemilu secara serentak baik lokal maupun secara nasional dapat menghemat biaya penyelenggaraan pemilu.
Namun di satu sisi, pemerintah harus merancang usulan tersebut dengan matang, baik itu dari sisi teknis maupun non teknis. "Jelas hemat biaya," tandasnya.
"Artinya gagasannya sama. Sayang saat itu tidak ada sambutan. Syukurlah kalau sekarang sudah sadar," ujar Wakil Ketua Komisi II dari Fraksi PDIP Gandjar Pranowo saat dihubungi di Jakarta, Jumat (24/8/2012).
Menurut Ketua Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada ini, jika hal tersebut sebenarnya saat membahas RUU Pileg, FPDIP sudah usul pemilu serentak. Bukan hanya Pilkada namun pemilu nasional juga diusulkan hal yang sama.
"Tidak hanya pilkada tapi dua pemilu besar, yakni pemilu nasional dan lokal," katanya.
Sekretaris Fraksi PDIP di DPR ini menambahkan penyelenggaraan Pemilu secara serentak baik lokal maupun secara nasional dapat menghemat biaya penyelenggaraan pemilu.
Namun di satu sisi, pemerintah harus merancang usulan tersebut dengan matang, baik itu dari sisi teknis maupun non teknis. "Jelas hemat biaya," tandasnya.
(hyk)