Tudingan Antasari, SBY dibela besannya
Kamis, 16 Agustus 2012 - 11:29 WIB
Tudingan Antasari, SBY dibela besannya
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa menegaskan, apa yang sudah disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait testimoni mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar di salah satu stasiun TV swasta merupakan fakta yang harus diluruskan.
"Saya kira apa yang disampaikan Pak presiden adalah fakta apa yang terjadi pada saat pertemuan tersebut, tidak ada yang dikurangi, tidak ada yang dilebihkan," ujarnya di gedung DPR, Jakarta Selatan, Kamis (16/8/2012).
Pada kesempatan itu, dia juga menanggapi tentang pertemuan terbatas yang di kumpulkan di Istana Negara 9 Oktober 2008 lalu, membicarakan tentang bailout Bank Century. Menurutnya, hal itu rangkaian lanjutan dari 6-9 Oktober 2008 silam. Dimana, Lanjut Menteri Koordinator Perekonomian ini, bagaimana Presiden menyampaikan kepada seluruh lapisan, komponen bangsa, pengusaha, pengamat bahwa dunia sedang mengalami krisis.
Ketika dikonfirmasi seberapa besar kekhawatiran SBY sampai akan kabar tersebut hingga yang bersangkutan menggelar konferensi pers? besan SBY itu hanya mengatakan, sudah sepantasnya SBY mengklarifikasi dan menyampaikan sesuatu yang dianggap tidak sesuai dengan fakta.
"Bukan begitu, ini bukan soal khawatir atau tidak khawatir. Tapi, ini soal kebenaran harsu disampaikan apa adanya," kata dia.
Ditambahkan olehnya, hal paling prinsip yaitu bukan menyangkut presiden pribadi, usaha pemerintah dalam respon krisis. Jangan sampai rakyat mendapat informasi yang tidak sesuai dengan fakta.
Namun demikian, dirinya tidak mau berspekulasi dengan dugaan kasus hukum, pasalnya KPK mempunyai ruang yang luas untuk mengusutnya. "Kalau persoalan hukum silahkan KPK sudah tangani itu, kita tidak usah (ikut campur), silakan diproses secara hukum di KPK, tidak ada yang harus kita tutupi,sembunyikan," pungkasnya.
"Saya kira apa yang disampaikan Pak presiden adalah fakta apa yang terjadi pada saat pertemuan tersebut, tidak ada yang dikurangi, tidak ada yang dilebihkan," ujarnya di gedung DPR, Jakarta Selatan, Kamis (16/8/2012).
Pada kesempatan itu, dia juga menanggapi tentang pertemuan terbatas yang di kumpulkan di Istana Negara 9 Oktober 2008 lalu, membicarakan tentang bailout Bank Century. Menurutnya, hal itu rangkaian lanjutan dari 6-9 Oktober 2008 silam. Dimana, Lanjut Menteri Koordinator Perekonomian ini, bagaimana Presiden menyampaikan kepada seluruh lapisan, komponen bangsa, pengusaha, pengamat bahwa dunia sedang mengalami krisis.
Ketika dikonfirmasi seberapa besar kekhawatiran SBY sampai akan kabar tersebut hingga yang bersangkutan menggelar konferensi pers? besan SBY itu hanya mengatakan, sudah sepantasnya SBY mengklarifikasi dan menyampaikan sesuatu yang dianggap tidak sesuai dengan fakta.
"Bukan begitu, ini bukan soal khawatir atau tidak khawatir. Tapi, ini soal kebenaran harsu disampaikan apa adanya," kata dia.
Ditambahkan olehnya, hal paling prinsip yaitu bukan menyangkut presiden pribadi, usaha pemerintah dalam respon krisis. Jangan sampai rakyat mendapat informasi yang tidak sesuai dengan fakta.
Namun demikian, dirinya tidak mau berspekulasi dengan dugaan kasus hukum, pasalnya KPK mempunyai ruang yang luas untuk mengusutnya. "Kalau persoalan hukum silahkan KPK sudah tangani itu, kita tidak usah (ikut campur), silakan diproses secara hukum di KPK, tidak ada yang harus kita tutupi,sembunyikan," pungkasnya.
(mhd)