Wiranto nilai parpol saat ini pragmatis
Senin, 13 Agustus 2012 - 19:30 WIB
Wiranto nilai parpol saat ini pragmatis
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Hanura Wiranto menganggap, fenomena "kutu loncat" adalah sesuatu yang wajar. Menurutnya, semua pihak sudah seharusnya tidak mempermasalahkan itu, mengingat situasi politik yang ada saat ini.
"Ini bukan barang tabu dan tidak melanggar UU, jadi tidak usah diributkan. Saya saja orang yang pernah pindah dari partai lain," kata Wiranto saat ditemui di acara buka bersama, di Jakarta, Senin (13/8/2012).
Wiranto menilai, kondisi partai di Indonesia saat ini, sudah tidak sama dengan tahun 1955. Wiranto menjelaskan, kondisi parpol pada saat itu, masih berbasis pada ideologis. Dengan basis itulah, terjadi fenomena "kutu loncat" dan akan sangat janggal dan jarang terjadi pada waktu itu.
"Orientasi mereka saat ini sudah tidak berbasis pada idelogis, tapi lebih mengarah kepada pragmatis. Pada saat seperti ini sudah lazim dilakukan dan tidak usah dipertanyakan lagi," tegasnya.
Menurut Wiranto, banyak aspek yang sebenarnya menyebabkan fenomena tersebut saat ini makin banyak terjadi. Hal tersebut bisa dikarenakan keinginan para kader untuk mencari keuntungan semata. "Kemungkinan mereka ingin mencari lebih baik. Kemungkinan juga kinerja partai tidak sesuai dengan keinginannya," tegasnya.
Sementara itu, ketika disinggung mengenai cara rekrutmen para kader "kutu loncat" tersebut, dengan modus safari Ramadan yang saat ini sedang gencar dilakukan oleh parpol, Wiranto berkilah bahwa partainya telah menggunakan cara-cara seperti itu.
"Kami mempunyai rekrutmen yang tegas. Nantinya setiap kader yang masuk partai kami, akan menganggap ini merupakan partai terakhir bagi mereka," tandasnya.
"Ini bukan barang tabu dan tidak melanggar UU, jadi tidak usah diributkan. Saya saja orang yang pernah pindah dari partai lain," kata Wiranto saat ditemui di acara buka bersama, di Jakarta, Senin (13/8/2012).
Wiranto menilai, kondisi partai di Indonesia saat ini, sudah tidak sama dengan tahun 1955. Wiranto menjelaskan, kondisi parpol pada saat itu, masih berbasis pada ideologis. Dengan basis itulah, terjadi fenomena "kutu loncat" dan akan sangat janggal dan jarang terjadi pada waktu itu.
"Orientasi mereka saat ini sudah tidak berbasis pada idelogis, tapi lebih mengarah kepada pragmatis. Pada saat seperti ini sudah lazim dilakukan dan tidak usah dipertanyakan lagi," tegasnya.
Menurut Wiranto, banyak aspek yang sebenarnya menyebabkan fenomena tersebut saat ini makin banyak terjadi. Hal tersebut bisa dikarenakan keinginan para kader untuk mencari keuntungan semata. "Kemungkinan mereka ingin mencari lebih baik. Kemungkinan juga kinerja partai tidak sesuai dengan keinginannya," tegasnya.
Sementara itu, ketika disinggung mengenai cara rekrutmen para kader "kutu loncat" tersebut, dengan modus safari Ramadan yang saat ini sedang gencar dilakukan oleh parpol, Wiranto berkilah bahwa partainya telah menggunakan cara-cara seperti itu.
"Kami mempunyai rekrutmen yang tegas. Nantinya setiap kader yang masuk partai kami, akan menganggap ini merupakan partai terakhir bagi mereka," tandasnya.
(san)