Pilpres 2014, butuh capres alternatif
Sabtu, 11 Agustus 2012 - 13:06 WIB
Pilpres 2014, butuh capres alternatif
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Romahurmuziy menilai, pada pemilihan presiden 2014, diperlukan igur capres alternatif. Ini untuk meberikan peluanng bagi tokoh potensiaal sehingga publik tidak sekedar disuguhkan tokoh lama.
Sejauh ini dari sekian nama capres yang digadang-gadangkan sejumlah parpol, masih memiliki catatan tidak baik yang diingat rakyat. Nama-nama capres yang diusung, masih berkaitan dengan persoalan hukum, HAM, maupun politik lainnya.
"Perlu muncul pemimpin alternatif di luar nama-nama yang sudah beredar," ujar Romi usai diskusi polemik sindo Radio di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (11/8/2012).
Capres yang sudah diusung oleh partai politik ternyata belum mewakili keinginan masyarakat. Karena saat ini belum ada figur yang benar-benar mampu mengatasi persoalan bangsa.
partai politik harus jeli membaca peluang keinginan publik, supaya 2014 nanti bisa meraup dukungan maksimal."Ini peluang yang harus dibaca oleh parpol yang belum menentukan sikapnya untuk menyebut dan memunculkan tokoh alternatif," pungkasnya.
Dalam mencari tokoh alternatif ini, PPP telah melakukan ijtihad politik cara menjaring calon presiden yang bermuara dari aspirasi internal dan konstituen.
Dari hasil Ijtihad itu muncul sejumlah nama seperti, Jusuf Kalla, Mahfud Md, Khofifah Indar Parawansa, dan Anis Baswedan.
Sejauh ini dari sekian nama capres yang digadang-gadangkan sejumlah parpol, masih memiliki catatan tidak baik yang diingat rakyat. Nama-nama capres yang diusung, masih berkaitan dengan persoalan hukum, HAM, maupun politik lainnya.
"Perlu muncul pemimpin alternatif di luar nama-nama yang sudah beredar," ujar Romi usai diskusi polemik sindo Radio di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (11/8/2012).
Capres yang sudah diusung oleh partai politik ternyata belum mewakili keinginan masyarakat. Karena saat ini belum ada figur yang benar-benar mampu mengatasi persoalan bangsa.
partai politik harus jeli membaca peluang keinginan publik, supaya 2014 nanti bisa meraup dukungan maksimal."Ini peluang yang harus dibaca oleh parpol yang belum menentukan sikapnya untuk menyebut dan memunculkan tokoh alternatif," pungkasnya.
Dalam mencari tokoh alternatif ini, PPP telah melakukan ijtihad politik cara menjaring calon presiden yang bermuara dari aspirasi internal dan konstituen.
Dari hasil Ijtihad itu muncul sejumlah nama seperti, Jusuf Kalla, Mahfud Md, Khofifah Indar Parawansa, dan Anis Baswedan.
(ysw)