Kebebasan pers terbuka, rakyat masih ketakutan
Sabtu, 11 Agustus 2012 - 11:17 WIB
Kebebasan pers terbuka, rakyat masih ketakutan
A
A
A
Sindonews.com - Sekjend DPP PPP Romahurmuziy menilai sejak kemerdekaan 1945, kebebasan pers di Indonesia sudah mencapai puncaknya. Sayangnya kebebasan ini tidak dibarengi dengan profesionalitas sehingga publik kadang tersesatkan.
Menurut Sekjen PPP yang bias di sapa Romi, kemerdekaan pers sudah mencapai puncaknya sepanjang kemerdekaan ini. kebebasan pers ini dimulai pada era reformasi.
"Reformasi menjadi pintu gerbang kemerdekaan pers saat ini," ujar Romi saat diskusi polemik Sindo Radio " merdeka itu relatif" di warung daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2012).
Sayangnya, meskipun kebebasan pers sudah terbuka namun tidak seluruh rakyat Indonesia merdeka dari ketakutan. Apalagi masih sering terjadi penembakan misterius.
"Seharusnya negara hadir memberikan rasa aman. Bukan membiarkan teror terjadi seperti bisa dilihat di Papua yang masih terjadi penembakan misterius," kata Romi.
Menurut Sekjen PPP yang bias di sapa Romi, kemerdekaan pers sudah mencapai puncaknya sepanjang kemerdekaan ini. kebebasan pers ini dimulai pada era reformasi.
"Reformasi menjadi pintu gerbang kemerdekaan pers saat ini," ujar Romi saat diskusi polemik Sindo Radio " merdeka itu relatif" di warung daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2012).
Sayangnya, meskipun kebebasan pers sudah terbuka namun tidak seluruh rakyat Indonesia merdeka dari ketakutan. Apalagi masih sering terjadi penembakan misterius.
"Seharusnya negara hadir memberikan rasa aman. Bukan membiarkan teror terjadi seperti bisa dilihat di Papua yang masih terjadi penembakan misterius," kata Romi.
(ysw)