Pencapresan Ical tak bisa dihentikan
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 07:00 WIB
Pencapresan Ical tak bisa dihentikan
A
A
A
Sindonews.com - Keputusan Partai Golkar untuk mencalonkan Ketua Umumnya Aburizal Bakrie sebagai kandidat Presiden 2014, sudah final dan tidak bisa diganggu gugat.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso, saat diwawancarai oleh Sindonews, di Jakarta, Jumat (10/8/2012)
"Beliau sudah final untuk pencapresan itu. Formal beliau adalah capres dari Golkar dan tidak akan ada yang bisa mengantikan itu," tegasnya.
Wakil Ketua DPR itu mengatakan, walaupun ada satu cara untuk menghentikan keputusan tersebut. Namun, Priyo merasa yakin cara tersebut tidaklah akan berhasil.
"Yang bisa merubah keputusan itu hanyalah rapimnas. Tapi, kami tidak ada rencana untuk melakukan itu," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Zainal Bintang mengatakan, jika pencapresan Ical itu bisa diganti. Pasalnya, elektabilitasnya terus merosot tidak sesuai dengan Partai Golkar yang besar.
"Bisa (diganti), kalau elektabilitasnya rendah masak mau dipaksakan. Kalau Golkar memang oke. Pengalaman Golkar menjadi satu instrumen bangsa," tandasnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso, saat diwawancarai oleh Sindonews, di Jakarta, Jumat (10/8/2012)
"Beliau sudah final untuk pencapresan itu. Formal beliau adalah capres dari Golkar dan tidak akan ada yang bisa mengantikan itu," tegasnya.
Wakil Ketua DPR itu mengatakan, walaupun ada satu cara untuk menghentikan keputusan tersebut. Namun, Priyo merasa yakin cara tersebut tidaklah akan berhasil.
"Yang bisa merubah keputusan itu hanyalah rapimnas. Tapi, kami tidak ada rencana untuk melakukan itu," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Zainal Bintang mengatakan, jika pencapresan Ical itu bisa diganti. Pasalnya, elektabilitasnya terus merosot tidak sesuai dengan Partai Golkar yang besar.
"Bisa (diganti), kalau elektabilitasnya rendah masak mau dipaksakan. Kalau Golkar memang oke. Pengalaman Golkar menjadi satu instrumen bangsa," tandasnya.
(mhd)