Figur nonparpol harus dikemas menarik
Kamis, 09 Agustus 2012 - 05:34 WIB
Figur nonparpol harus dikemas menarik
A
A
A
Sindonews.com - Beberapa figur nonparpol maupun parpol dapat diperhitungkan dalam bursa capres alternatif 2014. Syaratnya, mereka punya kemasan yang efektif untuk menyampaikan visi kepemimpinannya.
Media juga memberikan ruang bagi mereka untuk muncul. “Banyak yang punya potensi, tidak sekadar figur populer,” kata pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi kemarin.
Dari kalangan partai politik pun, Burhan menilai banyak figur- figur potensial. Namun, sejauh mana peluang mereka menguat dan elektabilitasnya naik sangat bergantung bagaimana partainya membuka ruang itu.
Jika melihat kondisi partai sekarang, sulit berharap ada figur alternatif selain mereka yang sudah muncul sekarang.
”Bergantung pada mekanisme internal partai masingmasing. Kalau partai tidak buka kran di internal, bagaimana masyarakat bisa punya pilihan, political will elite partai sangat menentukan. Kalau enggak ada, ya potensi dari parpol akan layu sebelum berkembang,” ungkapnya.
Pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro mengatakan, menguatnya figur alternatif sangat terbuka karena memang publik sekarang mengharapkan figur baru. Agar harapan publik itu terwujud, media harus memublikasikan figur potensial agar publik mulai mengenalnya.
“Kalau mereka yang bagus mulai dikenal dan dinilai bagus, elektabilitasnya juga akan naik dan parpol pasti akan meliriknya karena parpol kan juga keinginannya pasti memang,” katanya.
Siti sepakat bahwa klasifikasi calon pemimpin itu tidak perlu didikotomikan antara tua dan muda berdasarkan usia. Namun, jika yang diharapkan muncul adalah figur alternatif, itu tentu bukanlah dari kalangan senior yang sudah mewarnai kompetisi sejak reformasi 1998.
Menurut dia, figur alternatif adalah mereka yang tidak merepresentasikan kekuatan politik lama atau wajah politik lama. Hingga saat ini parpol yang sudah menetapkan capresnya hanya tiga yakni Partai Golkar yang telah mendeklarasikan Aburizal Bakrie (Ical), Partai Gerindra yang menetapkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, dan PAN yang mengusung Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa.
Sementara dua partai besar yakni Demokrat dan PDIP masih belum memutuskan akan mengusung siapa.
Politikus senior PDIP Taufiq Kiemas mengatakan, kunci kemunculan figur alternatif memang ada di tangan parpol sesuai amanat konstitusi.
Media juga memberikan ruang bagi mereka untuk muncul. “Banyak yang punya potensi, tidak sekadar figur populer,” kata pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi kemarin.
Dari kalangan partai politik pun, Burhan menilai banyak figur- figur potensial. Namun, sejauh mana peluang mereka menguat dan elektabilitasnya naik sangat bergantung bagaimana partainya membuka ruang itu.
Jika melihat kondisi partai sekarang, sulit berharap ada figur alternatif selain mereka yang sudah muncul sekarang.
”Bergantung pada mekanisme internal partai masingmasing. Kalau partai tidak buka kran di internal, bagaimana masyarakat bisa punya pilihan, political will elite partai sangat menentukan. Kalau enggak ada, ya potensi dari parpol akan layu sebelum berkembang,” ungkapnya.
Pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro mengatakan, menguatnya figur alternatif sangat terbuka karena memang publik sekarang mengharapkan figur baru. Agar harapan publik itu terwujud, media harus memublikasikan figur potensial agar publik mulai mengenalnya.
“Kalau mereka yang bagus mulai dikenal dan dinilai bagus, elektabilitasnya juga akan naik dan parpol pasti akan meliriknya karena parpol kan juga keinginannya pasti memang,” katanya.
Siti sepakat bahwa klasifikasi calon pemimpin itu tidak perlu didikotomikan antara tua dan muda berdasarkan usia. Namun, jika yang diharapkan muncul adalah figur alternatif, itu tentu bukanlah dari kalangan senior yang sudah mewarnai kompetisi sejak reformasi 1998.
Menurut dia, figur alternatif adalah mereka yang tidak merepresentasikan kekuatan politik lama atau wajah politik lama. Hingga saat ini parpol yang sudah menetapkan capresnya hanya tiga yakni Partai Golkar yang telah mendeklarasikan Aburizal Bakrie (Ical), Partai Gerindra yang menetapkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, dan PAN yang mengusung Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa.
Sementara dua partai besar yakni Demokrat dan PDIP masih belum memutuskan akan mengusung siapa.
Politikus senior PDIP Taufiq Kiemas mengatakan, kunci kemunculan figur alternatif memang ada di tangan parpol sesuai amanat konstitusi.
(lns)