Pencapresan Ical masih bisa dibatalkan?
Kamis, 09 Agustus 2012 - 08:01 WIB
Pencapresan Ical masih bisa dibatalkan?
A
A
A
Sindonews.com - Perbedaan pandangan politik antar kader Golkar terkait pecalonan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai kandidat presiden 2014 masih terus terjadi.
Pengamat Politik Siti Zuhro mengatakan, telah terjadi ketidaksepahaman antar kader di internasl Golkar. Menurutnya, hal tersebut mengindikasikan adanya kemungkinan muncul capres selain Ical.
Seperti pernyataan politikus senior Golkar Anton Lesiangi baru-baru ini yang menyebut Ical sebagai capres dari Golkar belum final.
“Hal ini menunjukan jika pencapresan Ical belum bulat. Buktinya, dalam perjalanan menuju 2014 keputusan itu cenderung direvisi. Artinya, masih tidak tertutup kemungkinan bagi kader lain di Golkar untuk mencalonkan diri di Pilpres 2014 nanti,“ ujar Siti Zuhro kepada Sindonews, Kamis (9/8/2012).
Sejak awal, peneliti dari LIPI ini menilai suara Golkar untuk memilih Ical kurang bulat. Terlebih muncul pula usulan keberatan diajukan oleh salah satu DPD Golkar di Aceh. Ada juga perbedaan pandangan antara Ketua Dewan Pembina dengan Ketua Umum.
Melihat kondisi itu, Siti yakin, penetapan Golkar terhadap Ical sebagai capres bisa mungkin berubah.
“Tidak ada yang mutlak dalam keputusan politik, Apalagi bila AD/ART Partai Golkar secara eksplisit juga tidak menyebutkan tentang keputusan pencalonan adalah final dan mengikat,“ tegasnya.
Dia menambahkan, idealnya pencalonan model konvensi yang pernah diterapkan Golkar bisa diberlakukan lagi. Mekanisme konvensi yang tidak dikotori politik uang akan sangat baik bagi Golkar dalam memunculkan calon pemimpin yang dikehendaki.
Pengamat Politik Siti Zuhro mengatakan, telah terjadi ketidaksepahaman antar kader di internasl Golkar. Menurutnya, hal tersebut mengindikasikan adanya kemungkinan muncul capres selain Ical.
Seperti pernyataan politikus senior Golkar Anton Lesiangi baru-baru ini yang menyebut Ical sebagai capres dari Golkar belum final.
“Hal ini menunjukan jika pencapresan Ical belum bulat. Buktinya, dalam perjalanan menuju 2014 keputusan itu cenderung direvisi. Artinya, masih tidak tertutup kemungkinan bagi kader lain di Golkar untuk mencalonkan diri di Pilpres 2014 nanti,“ ujar Siti Zuhro kepada Sindonews, Kamis (9/8/2012).
Sejak awal, peneliti dari LIPI ini menilai suara Golkar untuk memilih Ical kurang bulat. Terlebih muncul pula usulan keberatan diajukan oleh salah satu DPD Golkar di Aceh. Ada juga perbedaan pandangan antara Ketua Dewan Pembina dengan Ketua Umum.
Melihat kondisi itu, Siti yakin, penetapan Golkar terhadap Ical sebagai capres bisa mungkin berubah.
“Tidak ada yang mutlak dalam keputusan politik, Apalagi bila AD/ART Partai Golkar secara eksplisit juga tidak menyebutkan tentang keputusan pencalonan adalah final dan mengikat,“ tegasnya.
Dia menambahkan, idealnya pencalonan model konvensi yang pernah diterapkan Golkar bisa diberlakukan lagi. Mekanisme konvensi yang tidak dikotori politik uang akan sangat baik bagi Golkar dalam memunculkan calon pemimpin yang dikehendaki.
(lns)