Golkar bantah punya capres cadangan
Rabu, 08 Agustus 2012 - 06:30 WIB
Golkar bantah punya capres cadangan
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono menegaskan bahwa Golkar sangat yakin dengan pengusungan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai calon presiden (capres) 2014. Dia menampik adanya rencana capres cadangan.
“Kami tidak memikirkan figur alternatif selain Ical. Tidak ada itu yang namanya figur (capres) alternatif. Masak belum apa-apa kami sudah pesimistis Ical tidak mampu maju sebagai capres Golkar?” ujar Agung di Jakarta kemarin.
Mantan Ketua DPR yang kini menjabat sebagai Menko Kesra ini juga menyangkal adanya kabar perpecahan internal sebagai buntut dideklarasikannya sang ketua umum sebagai capres.
Menurut dia, hubungan antara para kader baik sesama tokoh senior, tokoh muda maupun isu pengunduran diri sejumlah pengurus Golkar tingkat DPD II (kabupaten/kota) sama sekali tidak benar.
“Kami solid dan Golkar tetap bekerja keras menggerakkan mesin partai agar elektabilitas Ical dan partai meningkat sehingga mampu memenangi pemilu legislatif dan pemilu presiden (pilpres),” tegasnya.
Agung juga menyatakan bahwa adanya beberapa kader Golkar yang menjadi tersangka berbagai kasus dugaan korupsi baru-baru ini tidak akan banyak berpengaruh pada elektabilitas parpol berlambang beringin ini.
“Soal itu, biar hukum yang menyelesaikan,” tandasnya.
Pada Jumat lalu (3/8), pengamat politik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) AsepWarlan Yusuf menilai Golkar mau tidak mau mesti menyiapkan skenario cadangan atau plan B jika keputusan mencalonkan Ical kandas lantaran hasil pemilu legislatif tidak sesuai target 30 persen suara.
Menurut Asep, Golkar pun tidak mau pencalonan Ical menjadi blunder partai ketika mendekati pilpres elektabilitasnya tetap mandek.
Asep berharap Golkar memilih capres cadangan berdasarkan pertimbangan dan keputusan yang rasional hasil konsolidasi struktural secara keseluruhan. Asep melihat Golkar tidak akan mengalami kesulitan.
Mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla (JK) dan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso bisa disiapkan untuk skenario B. Pada Minggu (5/8), politikus senior Partai Golkar Anton Lesiangi mengakui bahwa pencapresan Ical memang belum final meski sudah dideklarasikan.
Kepastian untuk Pilpres 2014 masih sangat bergantung pada hasil survei yang akan dievaluasi terus secara berkala.
Anton berpandangan, JK masih menjadi figur bakal capres yang paling populer dan diinginkan masyarakat. Sebelumnya, Ical mengatakan bahwa kemungkinan dirinya mundur sebagai capres Golkar sangat kecil.
”Yang suruh mundur siapa? Rapimnas (rapat pimpinan nasional) sudah mengharuskan saya jadi capres.Masaksuruh mundur?” kilahnya.
Sementara itu,Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengakui bahwa JK merupakan figur yang unik dengan pemikiran dan pernyataan yang selalu baru dan bervisi ke depan.
“Saya setuju bila JK maju kembali sebagai capres. Negeri ini butuh sosok seperti JK,” kata Priyo.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapillu) Partai Nas- Dem Ferry Mursyidan Baldan juga mengakui bahwa JK merupakan salah satu tokoh terbaik negeri ini.
Menurut dia, sangat disayangkan apabila figur seperti JK disia-siakan partai. Terlebih diberi ancaman pemecatan bila menjadi capres dari partai lain.
”NasDem siap menampung JK sebagai capres karena NasDem tidak mau berdosa kepada negeri,” kata mantan politikus Golkar ini.
Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Yuddy Chrisnadi yang juga mantan kader Golkar mengatakan, JK tak hanya milik Golkar, tetapi milik seluruh bangsa. Partai mana pun berhak mencalonkan JK sebagai capres pada 2014 mendatang.
”Dan Pak JK juga berhak memilih partai selain Golkar untuk menjadi capres. Tak hanya Golkar, tak hanya Hanura, tak hanya Nas- Dem,” tegasnya.
Pakar komunikasi politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Gun Gun Heryanto memandang JK paling tepat diusung oleh koalisi partai berbasis Islam.
Kehadiran JK sebagai capres dapat mendongkrak elektabilitas partai-partai tersebut yang selama ini selalu berada di papan tengah.
“Partai Islam fragmentasinya beragam, tetapi apabila disatukan akan besar. Sebab itu, konsolidasi perlu dilakukan dengan mengusung capres secara bersama. JK mewakili berbagai perbedaan platformpartai Islam,” jelasnya.
“Kami tidak memikirkan figur alternatif selain Ical. Tidak ada itu yang namanya figur (capres) alternatif. Masak belum apa-apa kami sudah pesimistis Ical tidak mampu maju sebagai capres Golkar?” ujar Agung di Jakarta kemarin.
Mantan Ketua DPR yang kini menjabat sebagai Menko Kesra ini juga menyangkal adanya kabar perpecahan internal sebagai buntut dideklarasikannya sang ketua umum sebagai capres.
Menurut dia, hubungan antara para kader baik sesama tokoh senior, tokoh muda maupun isu pengunduran diri sejumlah pengurus Golkar tingkat DPD II (kabupaten/kota) sama sekali tidak benar.
“Kami solid dan Golkar tetap bekerja keras menggerakkan mesin partai agar elektabilitas Ical dan partai meningkat sehingga mampu memenangi pemilu legislatif dan pemilu presiden (pilpres),” tegasnya.
Agung juga menyatakan bahwa adanya beberapa kader Golkar yang menjadi tersangka berbagai kasus dugaan korupsi baru-baru ini tidak akan banyak berpengaruh pada elektabilitas parpol berlambang beringin ini.
“Soal itu, biar hukum yang menyelesaikan,” tandasnya.
Pada Jumat lalu (3/8), pengamat politik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) AsepWarlan Yusuf menilai Golkar mau tidak mau mesti menyiapkan skenario cadangan atau plan B jika keputusan mencalonkan Ical kandas lantaran hasil pemilu legislatif tidak sesuai target 30 persen suara.
Menurut Asep, Golkar pun tidak mau pencalonan Ical menjadi blunder partai ketika mendekati pilpres elektabilitasnya tetap mandek.
Asep berharap Golkar memilih capres cadangan berdasarkan pertimbangan dan keputusan yang rasional hasil konsolidasi struktural secara keseluruhan. Asep melihat Golkar tidak akan mengalami kesulitan.
Mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla (JK) dan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso bisa disiapkan untuk skenario B. Pada Minggu (5/8), politikus senior Partai Golkar Anton Lesiangi mengakui bahwa pencapresan Ical memang belum final meski sudah dideklarasikan.
Kepastian untuk Pilpres 2014 masih sangat bergantung pada hasil survei yang akan dievaluasi terus secara berkala.
Anton berpandangan, JK masih menjadi figur bakal capres yang paling populer dan diinginkan masyarakat. Sebelumnya, Ical mengatakan bahwa kemungkinan dirinya mundur sebagai capres Golkar sangat kecil.
”Yang suruh mundur siapa? Rapimnas (rapat pimpinan nasional) sudah mengharuskan saya jadi capres.Masaksuruh mundur?” kilahnya.
Sementara itu,Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengakui bahwa JK merupakan figur yang unik dengan pemikiran dan pernyataan yang selalu baru dan bervisi ke depan.
“Saya setuju bila JK maju kembali sebagai capres. Negeri ini butuh sosok seperti JK,” kata Priyo.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapillu) Partai Nas- Dem Ferry Mursyidan Baldan juga mengakui bahwa JK merupakan salah satu tokoh terbaik negeri ini.
Menurut dia, sangat disayangkan apabila figur seperti JK disia-siakan partai. Terlebih diberi ancaman pemecatan bila menjadi capres dari partai lain.
”NasDem siap menampung JK sebagai capres karena NasDem tidak mau berdosa kepada negeri,” kata mantan politikus Golkar ini.
Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Yuddy Chrisnadi yang juga mantan kader Golkar mengatakan, JK tak hanya milik Golkar, tetapi milik seluruh bangsa. Partai mana pun berhak mencalonkan JK sebagai capres pada 2014 mendatang.
”Dan Pak JK juga berhak memilih partai selain Golkar untuk menjadi capres. Tak hanya Golkar, tak hanya Hanura, tak hanya Nas- Dem,” tegasnya.
Pakar komunikasi politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Gun Gun Heryanto memandang JK paling tepat diusung oleh koalisi partai berbasis Islam.
Kehadiran JK sebagai capres dapat mendongkrak elektabilitas partai-partai tersebut yang selama ini selalu berada di papan tengah.
“Partai Islam fragmentasinya beragam, tetapi apabila disatukan akan besar. Sebab itu, konsolidasi perlu dilakukan dengan mengusung capres secara bersama. JK mewakili berbagai perbedaan platformpartai Islam,” jelasnya.
(lns)