SBY minta media publikasikan capres
Rabu, 01 Agustus 2012 - 08:50 WIB
SBY minta media publikasikan capres
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak insan pers dan komunitas media massa untuk memberikan ruang bagi para kandidat calon presiden 2014. Masyarakat diharapkan berkontribusi dalam memilih pemimpin yang berkualitas.
“Yang saya minta, media massa dan pers untuk memberikan ruang kepada kandidat untuk memperkenalkan dirinya dalam arti yang luas, pikiran-pikirannya, termasuk solusi untuk menyelesaikan masalah yang kompleks dan sejumlah hal yang rakyat ingin tahu,” ungkap Presiden SBY di Istana Negara Jakarta kemarin.
Presiden berkeyakinan bahwa saat ini sudah mulai banyak tokoh-tokoh politik dan tokoh masyarakat yang bermunculan.
Untuk itu, lanjut Presiden, bila pers membuka ruang komunikasi antara rakyat dan calon pemimpinnya, rakyat akan memilih pemimpin yang berkualitas.
“Tiga aspek yang menjadi pilihan rakyat yaitu integritas, kredibilitas, dan akseptabilitas, dan rakyat yang jadi hakim Pemilu 2014. Maka pahalanya akan tinggi jika insan pers membuka ruang yang adil dan setara,” tandasnya.
Pernyataan Presiden tersebut disampaikan saat bersilaturahmi dengan pimpinan organisasi kewartawanan, pemimpin redaksi, wartawan senior, dan wartawan Istana Kepresidenan di Istana Negara. Kegiatan silaturahmi ini dihadiri pula Wapres Boediono serta seluruh jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.
Presiden mengingatkan bahwa pemilu legislatif akan dilaksanakan dalam waktu 1,5 tahun kedepan. Setelah itu dilanjutkan dengan pemilu pemilihan presiden yang dilakukan selama dua bulan atau lebih bila memang terjadi putaran kedua.
“Pendek kata, tahun depan akan ada dinamika, menghangatnya politik di sana-sini. Kita bertekad, berkomitmen, untuk memastikan Pemilu 2014 semakin baik dibanding 2009, baik penyelenggaraannya maupun tingkat partisipasi masyarakatnya,” kata mantan Menkopolkam ini.
Pemerintah, lanjut Presiden, sangat mendukung penuh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk terlaksananya Pemilu 2014 yang berkualitas. “Dengan demikian, kekurangan yang terjadi pada 2004 dan 2009 bisa dicegah. Kita juga ingin partisipasi rakyat makin berkualitas dan tahu alasan memilih tokoh A atau tokoh B,” tandasnya.
Karena itu, lanjut Presiden, peran media menjadi salah satu kunci berlangsungnya pemilu yang baik dan lancar.
“Mari ikut berkontribusi dan berpartisipasi agar kampanye pemilu lebih mendidik dan lebih konstruktif. Pemilu boleh panas, tetapi tetap harus tertib, tenang, dan teduh,” tandasnya.
Pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, melihat media punya peran penting memunculkan figur alternatif yang punya potensi besar sebagai pemimpin nasional.
Menurut dia, di banyak tempat sebenarnya terdapat potensi-potensi yang jika dimunculkan ke publik akan mendapatkan respons positif. Namun, kata dia, mereka bukan orang partai ataupun jika orang partai bukanlah kader yang ada di struktur strategis.
“Inilah tugas kita dari luar partai, khususnya media untuk mengenalkan mereka ke publik agar track record, kapasitas, dan kualitas mereka dilihat,” kata Hamdi Muluk di Jakarta kemarin.
Jika media dan publik menyerahkan figur-figur hanya pada pilihan parpol, maka jangan harap akan muncul figur sebagaimana diharapkan. Sebab, kata Hamdi, keputusan politik di parpol masih cenderung oligarkis sehingga pilihan untuk pos strategis, apalagi calon presiden dan wakilnya, pasti berdasarkan kepentingan elite saja.
“Namun, itu semua bisa dikikis jika publik melalui media bisa memunculkan figur yang mereka sukai karena dianggap bisa memberikan harapan dan punya kemampuan,” ujarnya.
Sebelumnya Ketua MPR Taufiq Kiemas mendorong Presiden SBY dan Megawati Soekarnoputri untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda bisa tampil pada 2014.
Karena itu, berulangkali politisi senior tersebut meminta Megawati legowo untuk tidak maju lagi. Selanjutnya mendorong tokoh muda yang dinilai mumpuni. Menurut dia, figur SBY dan Megawati akan menjadi tokoh kunci kemulusan suksesi kepemimpinan nasional.
Sebab keduanya merupakan patron kunci dalam dua partai besar nasional yakni Partai Demokrat dan PDI Perjuangan. Sejumlah tokoh dan partai telah menyebutkan tokoh-tokoh yang dinilai layak untuk maju dalam kepemimpinan nasional.
Di antaranya Ketua MK Mahfud MD, Ketua DPD Irman Gusman, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, dan Khofifah Indar Parawansa, dan Sri Mulyani Indrawati. Sedangkan dari kalangan partai muncul nama Anas Urbaningrum, Hary Tanoesoedibjo, Muhaimin Iskandar, dan Hatta Rajasa.
“Yang saya minta, media massa dan pers untuk memberikan ruang kepada kandidat untuk memperkenalkan dirinya dalam arti yang luas, pikiran-pikirannya, termasuk solusi untuk menyelesaikan masalah yang kompleks dan sejumlah hal yang rakyat ingin tahu,” ungkap Presiden SBY di Istana Negara Jakarta kemarin.
Presiden berkeyakinan bahwa saat ini sudah mulai banyak tokoh-tokoh politik dan tokoh masyarakat yang bermunculan.
Untuk itu, lanjut Presiden, bila pers membuka ruang komunikasi antara rakyat dan calon pemimpinnya, rakyat akan memilih pemimpin yang berkualitas.
“Tiga aspek yang menjadi pilihan rakyat yaitu integritas, kredibilitas, dan akseptabilitas, dan rakyat yang jadi hakim Pemilu 2014. Maka pahalanya akan tinggi jika insan pers membuka ruang yang adil dan setara,” tandasnya.
Pernyataan Presiden tersebut disampaikan saat bersilaturahmi dengan pimpinan organisasi kewartawanan, pemimpin redaksi, wartawan senior, dan wartawan Istana Kepresidenan di Istana Negara. Kegiatan silaturahmi ini dihadiri pula Wapres Boediono serta seluruh jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.
Presiden mengingatkan bahwa pemilu legislatif akan dilaksanakan dalam waktu 1,5 tahun kedepan. Setelah itu dilanjutkan dengan pemilu pemilihan presiden yang dilakukan selama dua bulan atau lebih bila memang terjadi putaran kedua.
“Pendek kata, tahun depan akan ada dinamika, menghangatnya politik di sana-sini. Kita bertekad, berkomitmen, untuk memastikan Pemilu 2014 semakin baik dibanding 2009, baik penyelenggaraannya maupun tingkat partisipasi masyarakatnya,” kata mantan Menkopolkam ini.
Pemerintah, lanjut Presiden, sangat mendukung penuh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk terlaksananya Pemilu 2014 yang berkualitas. “Dengan demikian, kekurangan yang terjadi pada 2004 dan 2009 bisa dicegah. Kita juga ingin partisipasi rakyat makin berkualitas dan tahu alasan memilih tokoh A atau tokoh B,” tandasnya.
Karena itu, lanjut Presiden, peran media menjadi salah satu kunci berlangsungnya pemilu yang baik dan lancar.
“Mari ikut berkontribusi dan berpartisipasi agar kampanye pemilu lebih mendidik dan lebih konstruktif. Pemilu boleh panas, tetapi tetap harus tertib, tenang, dan teduh,” tandasnya.
Pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, melihat media punya peran penting memunculkan figur alternatif yang punya potensi besar sebagai pemimpin nasional.
Menurut dia, di banyak tempat sebenarnya terdapat potensi-potensi yang jika dimunculkan ke publik akan mendapatkan respons positif. Namun, kata dia, mereka bukan orang partai ataupun jika orang partai bukanlah kader yang ada di struktur strategis.
“Inilah tugas kita dari luar partai, khususnya media untuk mengenalkan mereka ke publik agar track record, kapasitas, dan kualitas mereka dilihat,” kata Hamdi Muluk di Jakarta kemarin.
Jika media dan publik menyerahkan figur-figur hanya pada pilihan parpol, maka jangan harap akan muncul figur sebagaimana diharapkan. Sebab, kata Hamdi, keputusan politik di parpol masih cenderung oligarkis sehingga pilihan untuk pos strategis, apalagi calon presiden dan wakilnya, pasti berdasarkan kepentingan elite saja.
“Namun, itu semua bisa dikikis jika publik melalui media bisa memunculkan figur yang mereka sukai karena dianggap bisa memberikan harapan dan punya kemampuan,” ujarnya.
Sebelumnya Ketua MPR Taufiq Kiemas mendorong Presiden SBY dan Megawati Soekarnoputri untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda bisa tampil pada 2014.
Karena itu, berulangkali politisi senior tersebut meminta Megawati legowo untuk tidak maju lagi. Selanjutnya mendorong tokoh muda yang dinilai mumpuni. Menurut dia, figur SBY dan Megawati akan menjadi tokoh kunci kemulusan suksesi kepemimpinan nasional.
Sebab keduanya merupakan patron kunci dalam dua partai besar nasional yakni Partai Demokrat dan PDI Perjuangan. Sejumlah tokoh dan partai telah menyebutkan tokoh-tokoh yang dinilai layak untuk maju dalam kepemimpinan nasional.
Di antaranya Ketua MK Mahfud MD, Ketua DPD Irman Gusman, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, dan Khofifah Indar Parawansa, dan Sri Mulyani Indrawati. Sedangkan dari kalangan partai muncul nama Anas Urbaningrum, Hary Tanoesoedibjo, Muhaimin Iskandar, dan Hatta Rajasa.
(lns)