Nasir Djamil: Apa Denny dendam sama PDIP?
Kamis, 26 Juli 2012 - 14:14 WIB
Nasir Djamil: Apa Denny dendam sama PDIP?
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Nasir Djamil masih tidak mengerti dengan sikap Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Denny Indrayana yang mendahului Komisi pemberantasan korupsi (KPK) mengungkap status Emir Moeis.
"Saya tidak tahu apa maksud dan tujuan Denny menyampaikan ke publik terkait dengan status tersangka dan pencekalan kepada Emir Moeis. Tapi kalau dilihat dari tupoksinya, jelas itu bukan kewenangaan Wamenkum HAM," ujar Nasir saat dihubungi, Kamis (26/7/2012).
Politisi PKS ini menduga, Denny 'membocorkan' status Emir Moeis tidak hanya kehendak sendiri. Tetapi karena ada bisikan dari orang yang berpangkat lebih tinggi dari dirinya.
"Dugaan saya, Denny diperintahkan bicara seperti itu. Tentu yang memerintahkan Denny itu adalah orang yang posisinya lebih tinggi dari Denny," terang Nasir coba menebak.
Publik akan bertanya kenapa Denny Indrayana mendahului KPK, kondisi seperti ini hanya membuat gaduh. "Publik kan akhirnya bertanya kenapa Denny begitu antusias menyampaikan tentang Emir, tapi diam saat yang lainnya juga sebagai tersangka? Apakah karena Denny dendam sama PDIP?" pungkasnya.
"Saya tidak tahu apa maksud dan tujuan Denny menyampaikan ke publik terkait dengan status tersangka dan pencekalan kepada Emir Moeis. Tapi kalau dilihat dari tupoksinya, jelas itu bukan kewenangaan Wamenkum HAM," ujar Nasir saat dihubungi, Kamis (26/7/2012).
Politisi PKS ini menduga, Denny 'membocorkan' status Emir Moeis tidak hanya kehendak sendiri. Tetapi karena ada bisikan dari orang yang berpangkat lebih tinggi dari dirinya.
"Dugaan saya, Denny diperintahkan bicara seperti itu. Tentu yang memerintahkan Denny itu adalah orang yang posisinya lebih tinggi dari Denny," terang Nasir coba menebak.
Publik akan bertanya kenapa Denny Indrayana mendahului KPK, kondisi seperti ini hanya membuat gaduh. "Publik kan akhirnya bertanya kenapa Denny begitu antusias menyampaikan tentang Emir, tapi diam saat yang lainnya juga sebagai tersangka? Apakah karena Denny dendam sama PDIP?" pungkasnya.
(san)