Pramono Anung: Denny terlalu politis
Kamis, 26 Juli 2012 - 14:02 WIB
Pramono Anung: Denny terlalu politis
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pramono Anung menilai, dibongkarnya status Emir Moeis oleh Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Denny Indrayana sangat politis.
"Jangan kemudian persoalan Emir Moeis ini dilakukan politisasi oleh salah seorang wamen yang terlalu buru-buru menepatkan seseorang menjadi tersangka," ujar Pramono di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Pramono berharap, Denny bekerja secara profesional sesuai dengan kewenangannya. "Karena Emir Moeis belum pernah disidik, dipanggil, dan sebagainya. Tentunya apa yang menjadi jawaban Juru Bicara KPK merupakan pegangan bagi Emir Moeis," terangnya.
Emir sendiri, lanjut Pramono, mengaku lupa dengan proyek PLTU. Kalau Emir dituduhkan menerima suap, maka harus ada bukti yang kuat. "Emir juga mengatakan, dia akan taat patuh terhadap hukum, sehingga kalau dipanggil KPK dia akan memenuhi panggilan itu," jelasnya.
Kendati begitu, Pramono masih yakin KPK sebagai lembaga yang independen akan bekerja sesuai fakta hukum bukan karena desakan oleh pihak tertentu. "Kami menyadari, tadi juga Pak Emir menyatakan, saya juga meyakini KPK akan bekerja secara profesional," pungkasnya.
"Jangan kemudian persoalan Emir Moeis ini dilakukan politisasi oleh salah seorang wamen yang terlalu buru-buru menepatkan seseorang menjadi tersangka," ujar Pramono di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Pramono berharap, Denny bekerja secara profesional sesuai dengan kewenangannya. "Karena Emir Moeis belum pernah disidik, dipanggil, dan sebagainya. Tentunya apa yang menjadi jawaban Juru Bicara KPK merupakan pegangan bagi Emir Moeis," terangnya.
Emir sendiri, lanjut Pramono, mengaku lupa dengan proyek PLTU. Kalau Emir dituduhkan menerima suap, maka harus ada bukti yang kuat. "Emir juga mengatakan, dia akan taat patuh terhadap hukum, sehingga kalau dipanggil KPK dia akan memenuhi panggilan itu," jelasnya.
Kendati begitu, Pramono masih yakin KPK sebagai lembaga yang independen akan bekerja sesuai fakta hukum bukan karena desakan oleh pihak tertentu. "Kami menyadari, tadi juga Pak Emir menyatakan, saya juga meyakini KPK akan bekerja secara profesional," pungkasnya.
(san)