Wamenkum HAM dinilai cari muka
Kamis, 26 Juli 2012 - 09:30 WIB
Wamenkum HAM dinilai cari muka
A
A
A
Sindonews.com - Sikap Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkum HAM) Denny Indrayana yang membocorkan status tersangka Emir Moeis dalam kasus dugaan korupsi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan, Lampung pada tahun 2004 silam, menuai kecaman.
Anggota komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo menyebut Denny Indrayana hanya mencari muka dengan membocorkan status politikus PDIP itu.
"Menurut saya, sikap Denny yang kemudian diprotes KPK karena bisa mengganggu proses yang sedang diusut KPK, menunjukkan yang bersangkutan terlampau kencang mencari muka, dan menjilat presiden," katanya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Dia mengungkapkan, seharusnya Denny tidak perlu berkomentar apapun, karena penetapan tersangka bukanlah kewenangan dirinya sebagai Wamenkum HAM. "Pernyataan Denny Indrayana tentang status Emir Moeis yang kemudian dikoreksi KPK sangat disesalkan dan memalukan," ujarnya.
Menurutnya, saat ini Denny Indrayana sedang mencari perhatian dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan tampil sebagai pahlawan yang membenarkan ucapan SBY, jika ada partai politik lain yang lebih korup dibandingkan Partai Demokrat.
Diberitakan sebelumnya, Wamenkum HAM Denny Indrayana telah mengkonfirmasi mengenai status tersangka Emir Moeis. Menurutnya, dirinya mengetahui status Emir Moeis melalui surat permintaan cegah KPK yang ditujukan untuk Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM.
Anggota komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo menyebut Denny Indrayana hanya mencari muka dengan membocorkan status politikus PDIP itu.
"Menurut saya, sikap Denny yang kemudian diprotes KPK karena bisa mengganggu proses yang sedang diusut KPK, menunjukkan yang bersangkutan terlampau kencang mencari muka, dan menjilat presiden," katanya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Dia mengungkapkan, seharusnya Denny tidak perlu berkomentar apapun, karena penetapan tersangka bukanlah kewenangan dirinya sebagai Wamenkum HAM. "Pernyataan Denny Indrayana tentang status Emir Moeis yang kemudian dikoreksi KPK sangat disesalkan dan memalukan," ujarnya.
Menurutnya, saat ini Denny Indrayana sedang mencari perhatian dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan tampil sebagai pahlawan yang membenarkan ucapan SBY, jika ada partai politik lain yang lebih korup dibandingkan Partai Demokrat.
Diberitakan sebelumnya, Wamenkum HAM Denny Indrayana telah mengkonfirmasi mengenai status tersangka Emir Moeis. Menurutnya, dirinya mengetahui status Emir Moeis melalui surat permintaan cegah KPK yang ditujukan untuk Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM.
(lil)