PDIP kawal kasus korupsi Emir Moeis
Rabu, 25 Juli 2012 - 16:10 WIB
PDIP kawal kasus korupsi Emir Moeis
A
A
A
Sindonews.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendampingi kadernya yang terjerat kasus korupsi. Partai berlambang banteng dengan moncong putih ini akan memberikan bantuan hukum kepada Emir Moeis, tersangka kasus korupsi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan, Lampung Selatan.
"Jadi kalau soal hukum yang membuat ketetapan itu kan KPK, PDIP tentu saja menghormati proses hukum. Dalam konteks ini Emir Moeis akan menyiapkan tim hukumnya, Trimedia Panjaitan," ujar Sekretaris Fraksi PDIP Bambang Wuriyanto, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Ditambahkan dia, PDIP tidak akan berspekulasi dan berburuk sangka kepada Emir. Karena proses hukum masih terus berjalan, dan vonis belum dijatuhkan. "Kami tidak mau berprasangka buruk sampai terbukti, orang yang bersangkutan tidak dapat dipercaya," terangnya.
Saat ditanya apakah kasus Emir memiliki muatan politis? Karena yang mengumumkan pertama kali kasus ini adalah Wakil Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Wamenkum HAM) Denny Indrayana. "Rakyat kita sudah pintar, kalau anda berbicara tidak sesuai mandatnya, akan ditertawakan anak bangsa," pungkasnya.
"Jadi kalau soal hukum yang membuat ketetapan itu kan KPK, PDIP tentu saja menghormati proses hukum. Dalam konteks ini Emir Moeis akan menyiapkan tim hukumnya, Trimedia Panjaitan," ujar Sekretaris Fraksi PDIP Bambang Wuriyanto, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Ditambahkan dia, PDIP tidak akan berspekulasi dan berburuk sangka kepada Emir. Karena proses hukum masih terus berjalan, dan vonis belum dijatuhkan. "Kami tidak mau berprasangka buruk sampai terbukti, orang yang bersangkutan tidak dapat dipercaya," terangnya.
Saat ditanya apakah kasus Emir memiliki muatan politis? Karena yang mengumumkan pertama kali kasus ini adalah Wakil Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Wamenkum HAM) Denny Indrayana. "Rakyat kita sudah pintar, kalau anda berbicara tidak sesuai mandatnya, akan ditertawakan anak bangsa," pungkasnya.
(san)