Golkar dukung JK diusung PPP
Selasa, 24 Juli 2012 - 09:04 WIB
Golkar dukung JK diusung PPP
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar menyambut positif masuknya mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) dalam nominasi figur bakal calon presiden (capres) 2014 Partai Persatuan Pembangunan.
Bagi Golkar, JK adalah figur yang memiliki bobot kualitas dan ketokohan lebih sehingga tidak mengherankan ketika ada partai yang meliriknya sebagai capres. "Kami merespons positif wacana PPP yang ingin mencapreskan Pak JK. Pak JK adalah salah satu tokoh terbaik di Golkar,” kata Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Nurul Arifin di Gedung DPR, Jakarta, Senin 23 Juli 2012.
Meski mengakui ketokohan JK, kata Nurul, yang bersangkutan tetap tidak mungkin lagi dicalonkan melalui Partai Golkar sebab konstitusi partai sudah mengatur pencalonan. Karena itu, Nurul yakin JK juga memahami aturan organisasi Golkar. Anggota Komisi II DPR itu menambahkan, jika benar bakal dicalonkan dalam pilpres, JK sebenarnya sudah punya pengalaman saat Pilpres 2004. Saat itu JK sebagai cawapres mendampingi SBY tidak dalam posisi diusung oleh Partai Golkar.
“Jika hal ini terjadi, ini kali kedua Pak JK mengalami pengalaman serupa. Dulu di Pilpres 2004 juga terjadi hal yang sama dan pada waktu itu Pak JK bisa membangun infrastruktur sendiri di luar partai,” urainya.
Masuknya JK sebagai salah satu bakal capres PPP diungkapkan kembali oleh Ketua DPP PPP Arwani Thomafi, Minggu 2 Juli 2012 lalu. Menurut dia, JK merupakan figur yang paling banyak mendapat dukungan dari internal PPP sebagai capres eksternal.
Hal itu terlihat dari Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I PPP beberapa waktu lalu. Terlebih, baru-baru ini Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menempatkan ketua umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu sebagai capres dengan elektabilitas tertinggi ketiga setelah Megawati Soekarnoputri, dan Prabowo Subianto. Terpilihnya JK sebagai ketua umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) pada Juni lalu juga semakin mendekatkan psikologis JK dengan PPP yang merupakan partai politik berbasis Islam.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PPP Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, masuknya nama JK dalam nominasi capres PPP sudah menguat sejak Mukernas PPP di Lirboyo. Karena mukernas tidak mengagendakan siapa capresnya, saat itu belum diputuskan.
“Pak JK memang termasuk capres potensial yang kita pantau, termasuk tokoh muda lain yang menjanjikan. Selain Pak Mahfud MD yang elektabilitas dan integritasnya sangat baik, Pak Anis Baswedan, dan Ibu Khofifah Indar Parawansa juga track record-nya sangat baik,” ungkapnya.
PPP juga terus mengikuti perkembangan peluang Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. “Tetapi memang secara informal beberapa teman cabang terus menyebut Pak JK,” pungkas Lukman.
Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufiq Kiemas mengaku ragu figur JK bakal dicalonkan oleh PPP. “Tidak bakal kuat kalau PPP. Nanti yang paling kuat faktor Mbak Mega dan SBY. Mereka lebih kuat sekali. Saya bukan menjelekkan orang, tapi kita berpikir kekuatan 2014,” ungkapnya.
Bagi Golkar, JK adalah figur yang memiliki bobot kualitas dan ketokohan lebih sehingga tidak mengherankan ketika ada partai yang meliriknya sebagai capres. "Kami merespons positif wacana PPP yang ingin mencapreskan Pak JK. Pak JK adalah salah satu tokoh terbaik di Golkar,” kata Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Nurul Arifin di Gedung DPR, Jakarta, Senin 23 Juli 2012.
Meski mengakui ketokohan JK, kata Nurul, yang bersangkutan tetap tidak mungkin lagi dicalonkan melalui Partai Golkar sebab konstitusi partai sudah mengatur pencalonan. Karena itu, Nurul yakin JK juga memahami aturan organisasi Golkar. Anggota Komisi II DPR itu menambahkan, jika benar bakal dicalonkan dalam pilpres, JK sebenarnya sudah punya pengalaman saat Pilpres 2004. Saat itu JK sebagai cawapres mendampingi SBY tidak dalam posisi diusung oleh Partai Golkar.
“Jika hal ini terjadi, ini kali kedua Pak JK mengalami pengalaman serupa. Dulu di Pilpres 2004 juga terjadi hal yang sama dan pada waktu itu Pak JK bisa membangun infrastruktur sendiri di luar partai,” urainya.
Masuknya JK sebagai salah satu bakal capres PPP diungkapkan kembali oleh Ketua DPP PPP Arwani Thomafi, Minggu 2 Juli 2012 lalu. Menurut dia, JK merupakan figur yang paling banyak mendapat dukungan dari internal PPP sebagai capres eksternal.
Hal itu terlihat dari Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I PPP beberapa waktu lalu. Terlebih, baru-baru ini Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menempatkan ketua umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu sebagai capres dengan elektabilitas tertinggi ketiga setelah Megawati Soekarnoputri, dan Prabowo Subianto. Terpilihnya JK sebagai ketua umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) pada Juni lalu juga semakin mendekatkan psikologis JK dengan PPP yang merupakan partai politik berbasis Islam.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PPP Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, masuknya nama JK dalam nominasi capres PPP sudah menguat sejak Mukernas PPP di Lirboyo. Karena mukernas tidak mengagendakan siapa capresnya, saat itu belum diputuskan.
“Pak JK memang termasuk capres potensial yang kita pantau, termasuk tokoh muda lain yang menjanjikan. Selain Pak Mahfud MD yang elektabilitas dan integritasnya sangat baik, Pak Anis Baswedan, dan Ibu Khofifah Indar Parawansa juga track record-nya sangat baik,” ungkapnya.
PPP juga terus mengikuti perkembangan peluang Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. “Tetapi memang secara informal beberapa teman cabang terus menyebut Pak JK,” pungkas Lukman.
Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufiq Kiemas mengaku ragu figur JK bakal dicalonkan oleh PPP. “Tidak bakal kuat kalau PPP. Nanti yang paling kuat faktor Mbak Mega dan SBY. Mereka lebih kuat sekali. Saya bukan menjelekkan orang, tapi kita berpikir kekuatan 2014,” ungkapnya.
(lil)