Gubernur Aceh temui SBY di Jakarta
Senin, 23 Juli 2012 - 18:42 WIB
Gubernur Aceh temui SBY di Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Zaini Abdullah-Muzakkir Manaf di Kantor Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.
Zaini dan Muzakkir tiba di Kantor Presiden, sekira pukul 15.00 WIB. Setibanya di Kantor Presiden, SBY menyampaikan selamat terhadap keduanya, karena dipilih secara demokratis.
"Saya ingin mengucapkan selamat karena telah terpilihnya Abdullah sebagai Gubernur dan Wagub Aceh. Kemudian telah berlangsung secara demokratis baik yang menyatakan semua elemen yang ada di Aceh. Meskipun di negara manapun untuk provinsi manapun menjalankan Pemilu kepala daerah politik selalu hangat bahkan kadang-kadang panas," ujar SBY di kantor presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (23/7/2012).
SBY juga berterima kasih terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh yang telah sukses menggelar Pemilukada di Provinsi Aceh secara serentak.
"Tentu ada hal-hal yang katakanlah tidak sesuai harapan. Tapi secara umum saya harus katakan berjalan baik, tertib dan demokratis. Saya juga ucapkan terima kasih untuk Plt Gubernur yang bekerja keras siang dan malam," jelas dia.
SBY juga mengingatkan tentang jabatan seorang gubernur. Dimana kata dia, sangat berbeda sekali dengan pihak yang ada di luar pemerintahan.
"Gubernur, berbeda sekali bagi seorang melihat dari luar dengan seseorang di dalam menjalankan tugas-tugas pemerintah. Berbeda sekali dari luar, menyatakan harusnya begini harusnya begitu, mengkritik atau menyalahkan. Ketika di dalam mengetahui kompleksitas permasalahan, harus mencari solusi mengambil resiko dan menjalankannya," terangnya.
Oleh karena itu, Presiden berpesan, mandat yang diberikan berikan rakyat pada pemimpin agar menjalankan tugasnya dengan maksimal. SBY juga yakin, dalam lima tahun kedepan Aceh akan lebih baik.
"Oleh sebab itu sebagai pemimpin harus tetap teguh pada prinsip. Apapun masalah yang dihadapi dalam memimpin Aceh, insya Allah dalam lima tahun mendatang berhasil dengan baik," imbuhnya.
Ditambahkan Presiden, tugas dan kewajiban gubernur dan wakil gubernur adalah memajukan Aceh, baik terkait kesejahteraan rakyat, situasi politik, dan keamanan, hukum, perekonomian dan lain sebagainya.
"Cek semuanya harus makin adil dan sejahtera. Kewajiban kedua bersama-sama saudara yang lain seluruh bangsa Indonesia memajukan Indonesia yang maju dan sejahtera, adil, dan demokratis. Saya yakin dua tugas penting itu bisa dilaksanakan dengan baik. Nanti gubernur dan wagub berbicara dengan saya. Dengan kebersamaan tidak ada masalah apapun yang tidak bisa kita atasi," tukasnya.
Di samping Presiden SBY, nampak hadir pula Mensesneg Sudi Silalahi, Mensekab Dipo Alam, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, dan Menkopolhukam Djoko Suyanto.
Zaini dan Muzakkir tiba di Kantor Presiden, sekira pukul 15.00 WIB. Setibanya di Kantor Presiden, SBY menyampaikan selamat terhadap keduanya, karena dipilih secara demokratis.
"Saya ingin mengucapkan selamat karena telah terpilihnya Abdullah sebagai Gubernur dan Wagub Aceh. Kemudian telah berlangsung secara demokratis baik yang menyatakan semua elemen yang ada di Aceh. Meskipun di negara manapun untuk provinsi manapun menjalankan Pemilu kepala daerah politik selalu hangat bahkan kadang-kadang panas," ujar SBY di kantor presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (23/7/2012).
SBY juga berterima kasih terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh yang telah sukses menggelar Pemilukada di Provinsi Aceh secara serentak.
"Tentu ada hal-hal yang katakanlah tidak sesuai harapan. Tapi secara umum saya harus katakan berjalan baik, tertib dan demokratis. Saya juga ucapkan terima kasih untuk Plt Gubernur yang bekerja keras siang dan malam," jelas dia.
SBY juga mengingatkan tentang jabatan seorang gubernur. Dimana kata dia, sangat berbeda sekali dengan pihak yang ada di luar pemerintahan.
"Gubernur, berbeda sekali bagi seorang melihat dari luar dengan seseorang di dalam menjalankan tugas-tugas pemerintah. Berbeda sekali dari luar, menyatakan harusnya begini harusnya begitu, mengkritik atau menyalahkan. Ketika di dalam mengetahui kompleksitas permasalahan, harus mencari solusi mengambil resiko dan menjalankannya," terangnya.
Oleh karena itu, Presiden berpesan, mandat yang diberikan berikan rakyat pada pemimpin agar menjalankan tugasnya dengan maksimal. SBY juga yakin, dalam lima tahun kedepan Aceh akan lebih baik.
"Oleh sebab itu sebagai pemimpin harus tetap teguh pada prinsip. Apapun masalah yang dihadapi dalam memimpin Aceh, insya Allah dalam lima tahun mendatang berhasil dengan baik," imbuhnya.
Ditambahkan Presiden, tugas dan kewajiban gubernur dan wakil gubernur adalah memajukan Aceh, baik terkait kesejahteraan rakyat, situasi politik, dan keamanan, hukum, perekonomian dan lain sebagainya.
"Cek semuanya harus makin adil dan sejahtera. Kewajiban kedua bersama-sama saudara yang lain seluruh bangsa Indonesia memajukan Indonesia yang maju dan sejahtera, adil, dan demokratis. Saya yakin dua tugas penting itu bisa dilaksanakan dengan baik. Nanti gubernur dan wagub berbicara dengan saya. Dengan kebersamaan tidak ada masalah apapun yang tidak bisa kita atasi," tukasnya.
Di samping Presiden SBY, nampak hadir pula Mensesneg Sudi Silalahi, Mensekab Dipo Alam, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, dan Menkopolhukam Djoko Suyanto.
(san)