Jangan jadikan JK komoditi media
Senin, 23 Juli 2012 - 16:47 WIB
Jangan jadikan JK komoditi media
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar meminta partai politik (parpol) lain tidak menjadikan Jusuf Kalla sebagai wacana untuk mengangkat elektabilitas di tengah masyarakat.
Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Golkar Hajriyanto Y Thohari mengatakan, parpol lain harus bertindak dengan nyata jika memang mau mengusung Jusuf Kalla sebagai calon presiden (capres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
"JK (Jusuf Kalla) adalah tokoh besar, tokoh senior, dan nama beliau saya harap jangan hanya dijadikan komoditi di media massa saja. Harus dideklarasikan secara resmi jika memang ingin mengusungnya sebagai capres," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/7/2012).
Dia menegaskan, hingga saat ini belum ada satu pun parpol yang secara resmi memutuskan untuk mengusung JK dalam Pilpres 2014. Sehingga, Golkar tidak akan menanggapi lagi soal wacana pencapresan JK oleh parpol lain.
Menurutnya, disebut-sebutnya JK sebagai presiden dari parpol lain tidak akan memecah suara Golkar dalam pemilu mendatang. Justru Golkar merasa bangga, karena tokoh internalnya menjadi rebutan pihak lain.
Diberitakan sebelumnya, Ketua DPP PPP Arwani Thomafi mengatakan, JK merupakan figur yang paling banyak mendapat dukungan dari internal PPP sebagai capres yang berasal dari eksternal PPP. Hal itu, terlihat dari Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I PPP beberapa waktu lalu.
"Jusuf Kalla adalah tokoh eksternal yang paling banyak mendapat dukungan dari internal PPP dalam Mukernas I. Tentunya kami akan terus memonitor kinerja, serta sepak terjangnya. Selain itu, tren elektabilitas oleh berbagai lembaga riset politik juga akan diamati," katanya.
Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Golkar Hajriyanto Y Thohari mengatakan, parpol lain harus bertindak dengan nyata jika memang mau mengusung Jusuf Kalla sebagai calon presiden (capres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
"JK (Jusuf Kalla) adalah tokoh besar, tokoh senior, dan nama beliau saya harap jangan hanya dijadikan komoditi di media massa saja. Harus dideklarasikan secara resmi jika memang ingin mengusungnya sebagai capres," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/7/2012).
Dia menegaskan, hingga saat ini belum ada satu pun parpol yang secara resmi memutuskan untuk mengusung JK dalam Pilpres 2014. Sehingga, Golkar tidak akan menanggapi lagi soal wacana pencapresan JK oleh parpol lain.
Menurutnya, disebut-sebutnya JK sebagai presiden dari parpol lain tidak akan memecah suara Golkar dalam pemilu mendatang. Justru Golkar merasa bangga, karena tokoh internalnya menjadi rebutan pihak lain.
Diberitakan sebelumnya, Ketua DPP PPP Arwani Thomafi mengatakan, JK merupakan figur yang paling banyak mendapat dukungan dari internal PPP sebagai capres yang berasal dari eksternal PPP. Hal itu, terlihat dari Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I PPP beberapa waktu lalu.
"Jusuf Kalla adalah tokoh eksternal yang paling banyak mendapat dukungan dari internal PPP dalam Mukernas I. Tentunya kami akan terus memonitor kinerja, serta sepak terjangnya. Selain itu, tren elektabilitas oleh berbagai lembaga riset politik juga akan diamati," katanya.
(lil)