Prabowo kemungkinan tak gandeng Puan

Senin, 23 Juli 2012 - 08:53 WIB
Prabowo kemungkinan...
Prabowo kemungkinan tak gandeng Puan
A A A
Sindonews.com - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sudah memastikan mengusung Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) 2014. Namun, hingga kini Prabowo belum juga menentukan pasangan.

Ada kabar bahwa koalisi Partai Gerindra dengan PDI Perjuangan pada Pilkada DKI Jakarta akan berlanjut saat Pilpres 2014. Bahkan, Prabowo dikabarkan akan menggandeng Ketua DPP PDIP Puan Maharani sebagai cawapres.

Namun, sejumlah kalangan meragukan langkah Prabowo tersebut. Bahkan, diperkirakan Prabowo tidak akan menggandeng Puan dalam Pilpres 2014. Parahnya lagi, Prabowo juga diprediksi bakal meninggalkan PDIP dalam Pemilu 2014 mendatang.

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris mengatakan, salah satu alasan Prabowo tak akan mengusung Puan adalah karena adanya krisis kepemimpinan di PDIP. Menurut dia, krisis kepemimpinan yang menimpa PDIP sangat bisa dirasakan, terutama setelah merosotnya popularitas Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Terlebih, fakta menunjukkan bahwa hingga kini belum ada tokoh PDIP yang begitu fenomenal,” ungkap Syamsuddin di Jakarta, Minggu 22 Ju;i 2012.

Syamsuddin justru memperkirakan Prabowo akan menggandeng Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi). Menurut dia, ada beberapa alasan yang memungkinkan Prabowo menggandeng Jokowi. “Saat pengusungan Jokowi-Basuki Tjahja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI, peran Prabowo sangat menonjol dan apabila pasangan ini menang, bisa saja Prabowo mempersiapkan Jokowi sebagai cawapres pendampingnya untuk Pemilu 2014,” paparnya.

Alasan lain, saat ini di PDIP belum ada tokoh yang sefenomenal Jokowi. Karena itu, jika Gerindra tetap akan menggandeng PDIP dalam Pilpres 2014, kemungkinannya justru akan menggaet Jokowi dan bukannya Puan Maharani. “Menurut saya, Jokowi yang muncul dan fenomenal dalam Pilgub DKI hampir bisa dipastikan akan dipinang Prabowo sebagai cawapres 2014. Karena itu, sosok Jokowi adalah orang penting dalam strategi pemenangan Prabowo di 2014,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan pengamat politik Universitas Lampung (Unila) Ariska Warganegara. Menurut dia, Prabowo memiliki kemungkinan menjadi capres tanpa harus mempertahankan koalisi Partai Gerindra dengan PDIP yang selama ini terjalin.

"Kalau berbicara strategi politik, tentu bisa lebih baik bagi Prabowo maju sebagai capres dengan menggandeng partai lain yang memiliki basis massa dari faksi Islam. Sebab, Gerindra dan PDIP sama-sama faksi nasionalis sosialis sehingga kavling pemilihnya cenderung sama,” ungkap Ariska.

Dia mengatakan, Prabowo sebagai seorang capres sudah barang tentu akan memperhitungkan peluang, dan kekuatan calon lawannya pada Pilpres 2014. Artinya, belum tentu Prabowo percaya diri bakal meraih kemenangan jika hanya mengandalkan faksi nasionalis yang selama ini memang sudah ada di genggaman. Adapun jika berkoalisi dengan partai berbasis massa Islam, konfigurasi kekuatannya akan lebih lengkap.

Ariska memprediksi koalisi Gerindra-PDIP dalam mengusung Prabowo sebagai capres bisa mempertegas kemenangan apabila melihat sikap pemilih yang lebih dari 50 persen berasal dari faksi nasionalis. Namun, ujarnya, kemungkinan ini akan mengecil jika capres atau lawan yang dihadapi sama-sama memiliki kekuatan di basis nasionalis.

“Karena itu, pilihan Prabowo terhadap figur cawapres akan tergantung pada siapa lawan yang akan dihadapi pada Pilpres 2014,” paparnya.

Ariska berpendapat, akan lebih strategis bagi Prabowo jika melebarkan sayap dengan menggandeng kalangan agama Islam. Artinya, Prabowo dapat saja mengorbankan kesepakatan ataupun kontrak politik dengan PDIP dengan alasan yang lebih strategis di 2014.

“Jika koalisinya adalah dengan PDIP, maka yang paling ideal adalah pasangan Prabowo-Puan Maharani. Namun, ini masih bisa menimbulkan resistensi karena banyak juga figur dan tokoh PDIP yang merasa lebih siap dan pantas kalau sekadar menempati posisi cawapres,” tandasnya.

Mengenai kemungkinan Prabowo menggandeng Jokowi, Ariska menilai hal ini justru tidak strategis bagi keduanya. Bahkan, wacana tersebut dapat merusak reputasi Jokowi di mata masyarakat DKI karena tidak memiliki konsistensi, dan iktikad baik mengabdi hingga tuntas.

“Massa atau pemilih rasional tidak akan menerima sikap politik loncat-loncat, dan tindakan yang tidak konsisten,” terangnya.

Diketahui, dalam pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta putaran pertama lalu, pasangan Jokowi-Ahok yang diusung Gerindra dan PDIP mampu meraih suara yang cukup fenomenal. Pasangan ini mampu mengalahkan perolehan suara incumbent, Fauzi Bowo-Nachrowi. Berbekal sukses ini, ada kemungkinan duet Gerindra-PDIP akan berlanjut hingga 2014 mendatang.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Gerindra Martin Hutabarat mengatakan, Gerindra tidak menutup diri ataupun terpaku pada koalisi dengan PDIP dalam menentukan pasangan cawapres pendamping Prabowo. Artinya, Gerindara dapat saja meninggalkan PDIP meski kedua partai ini memiliki kedekatan intim sejak 2009.

“Kita sedang menimang semua figur untuk menjadi cawapres pendamping Pak Prabowo. Figur tersebut tidak hanya dari PDIP saja, tapi juga bisa dari partai mana pun,” ungkap Martin.

Dia pun mengatakan, penentuan siapa pasangan cawapres Gerindra pada akhirnya sangat tergantung pada keputusan Prabowo selaku ketua dewan Pembina Partai Gerindra. Namun, yang pasti, penentuan cawapres tersebut akan didasari kriteria yang rasional dan terukur.

“Di antaranya menyangkut elektabilitas figur serta komitmennya berjuang untuk bangsa Indonesia,” tandasnya.
(lil)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
Berita Terkini
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved