Pencapresan Hatta belum final
Senin, 23 Juli 2012 - 08:33 WIB
Pencapresan Hatta belum final
A
A
A
Sindonews.com - Langkah Partai Amanat Nasional (PAN) untuk mengusung ketua umumnya, Hatta Rajasa sebagai calon presiden (capres) 2014 belumlah final. Sebab, secara resmi Hatta pun belum menyatakan siap untuk diajukan sebagai capres PAN.
Politikus senior PAN Ahmad Farhan Hamid mengatakan, keputusan mengusung Hatta Rajasa sebagai capres belum final. Sebab, menurut dia, PAN akan memfokuskan posisi pemimpin nasional kepada Menteri Koordinator Perekonomian itu untuk masa depan.
"Hatta kita sodori kedudukan yang lebih tinggi dari menko seperti jabatannya sekarang,” ungkap Farhan di Jakarta, Minggu 22 Juli 2012.
Para elite dan senior PAN, ujar Wakil Ketua MPR itu, sebenarnya tidak mempermasalahkan Hatta maju sebagai kandidat capres maupun cawapres. Namun, dia mengakui, di partainya, beberapa kader masih berembuk mengenai hal ini. Farhan pun berharap jika nantinya Hatta memang hanya bisa diusung sebagai cawapres, dia meminta agar Hatta tidak menolaknya. Menurut Farhan, sosok Hatta sebagai pemimpin nasional sebenarnya sudah sangat mumpuni.
Hatta, ujarnya, adalah pribadi yang memiliki pengetahuan yang sudah sangat luas dan memiliki jaringan nasional, dan internasional yang cukup bagus. Namun, mengenai Hatta bersedia atau tidak diusung hanya sebagai cawapres, Farhan mengaku belum membicarakan hal ini dengan yang bersangkutan.
"Belum ada komunikasi ke sana, yang jelas Hatta kita minta menjadi pemimpin nasional,” ungkapnya.
Sekjen DPP PAN Teguh Juwarno mengatakan, Rakernas PAN di Kemayoran, Jakarta, sudah mengamanatkan mengusung Hatta Rajasa sebagai RI-1. Karena itu, ujarnya, semua kader telah berkomitmen dan konsisten bekerja keras melakukan konsolidasi organisasi dan turun merebut hati masyarakat agar bisa mewujudkan target PAN, yakni double digit dalam Pemilu 2014.
"Dengan demikian, kita menjadi percaya diri dan bisa mewujudkan hasil rakernas tersebut,” kata Teguh.
Menurut dia, meski sampai saat ini Hatta belum menyatakan kesediaannya diusung sebagai capres, hal itu dimaknai oleh para pendukungnya sebagai suatu sikap untuk mengetahui sejauh mana keseriusan kader-kader partai melaksanakan hasil rakernas itu.
"Keputusan itu sendiri yang mengerucut pada satu nama untuk diusung sebagai RI-1, dan telah menciptakan soliditas dan suasana yang kondusif di partai,” paparnya.
Politikus senior PAN Ahmad Farhan Hamid mengatakan, keputusan mengusung Hatta Rajasa sebagai capres belum final. Sebab, menurut dia, PAN akan memfokuskan posisi pemimpin nasional kepada Menteri Koordinator Perekonomian itu untuk masa depan.
"Hatta kita sodori kedudukan yang lebih tinggi dari menko seperti jabatannya sekarang,” ungkap Farhan di Jakarta, Minggu 22 Juli 2012.
Para elite dan senior PAN, ujar Wakil Ketua MPR itu, sebenarnya tidak mempermasalahkan Hatta maju sebagai kandidat capres maupun cawapres. Namun, dia mengakui, di partainya, beberapa kader masih berembuk mengenai hal ini. Farhan pun berharap jika nantinya Hatta memang hanya bisa diusung sebagai cawapres, dia meminta agar Hatta tidak menolaknya. Menurut Farhan, sosok Hatta sebagai pemimpin nasional sebenarnya sudah sangat mumpuni.
Hatta, ujarnya, adalah pribadi yang memiliki pengetahuan yang sudah sangat luas dan memiliki jaringan nasional, dan internasional yang cukup bagus. Namun, mengenai Hatta bersedia atau tidak diusung hanya sebagai cawapres, Farhan mengaku belum membicarakan hal ini dengan yang bersangkutan.
"Belum ada komunikasi ke sana, yang jelas Hatta kita minta menjadi pemimpin nasional,” ungkapnya.
Sekjen DPP PAN Teguh Juwarno mengatakan, Rakernas PAN di Kemayoran, Jakarta, sudah mengamanatkan mengusung Hatta Rajasa sebagai RI-1. Karena itu, ujarnya, semua kader telah berkomitmen dan konsisten bekerja keras melakukan konsolidasi organisasi dan turun merebut hati masyarakat agar bisa mewujudkan target PAN, yakni double digit dalam Pemilu 2014.
"Dengan demikian, kita menjadi percaya diri dan bisa mewujudkan hasil rakernas tersebut,” kata Teguh.
Menurut dia, meski sampai saat ini Hatta belum menyatakan kesediaannya diusung sebagai capres, hal itu dimaknai oleh para pendukungnya sebagai suatu sikap untuk mengetahui sejauh mana keseriusan kader-kader partai melaksanakan hasil rakernas itu.
"Keputusan itu sendiri yang mengerucut pada satu nama untuk diusung sebagai RI-1, dan telah menciptakan soliditas dan suasana yang kondusif di partai,” paparnya.
(lil)