Capres Golkar masih bisa berubah
Jum'at, 20 Juli 2012 - 16:42 WIB
Capres Golkar masih bisa berubah
A
A
A
Sindonews.com - Tidak solidnya interal Partai Golkar terhadap pengusungan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai calon presiden (capres), membuka peluang majunya kader lain sebagai capres dari Partai Golkar.
Peneliti Senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi mengatakan, tidak solidnya internal Partai Golkar bisa berujung pada menurunnya elektabilitas Ical. Sehingga, memunculkan peluang kader lain yang memiliki elektabilitas lebih tinggi untuk maju menjadi capres.
"Keputusan Partai Golkar kemarin masih membuka ruang sampai akhir 2013. Kalau elektabilitas Ical tidak naik, itu (pencapresan dari Partai Golkar) bisa diubah," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (20/7/2012).
Dia mengungkapkan, keputusan Rapimnas III Partai Golkar yang akan memecat kadernya jika maju sebagai capres dari partai lain sangat merugikan Jusuf Kalla. Pasalnya, Jusuf Kalla (JK) memiliki elektabilitas yang tinggi sebagai capres.
Namun menurutnya, jika Jusuf Kalla dipecat , maka akan muncul gejolak yang sangat kuat di internal partai berlambang pohon beringin tersebut. "Saya kira internal Golkar tidak akan solid jika JK dipecat. Beberapa faksi JK pasti akan melakukan perlawanan," ungkapnya.
Selain itu, elektabilitas JK akan semakin terdongkrak jika dirinya benar-benar dipecat dari Partai Golkar. "Citra JK akan semakin naik, karena menjadi pihak yang teraniaya," tukasnya.
Peneliti Senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi mengatakan, tidak solidnya internal Partai Golkar bisa berujung pada menurunnya elektabilitas Ical. Sehingga, memunculkan peluang kader lain yang memiliki elektabilitas lebih tinggi untuk maju menjadi capres.
"Keputusan Partai Golkar kemarin masih membuka ruang sampai akhir 2013. Kalau elektabilitas Ical tidak naik, itu (pencapresan dari Partai Golkar) bisa diubah," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (20/7/2012).
Dia mengungkapkan, keputusan Rapimnas III Partai Golkar yang akan memecat kadernya jika maju sebagai capres dari partai lain sangat merugikan Jusuf Kalla. Pasalnya, Jusuf Kalla (JK) memiliki elektabilitas yang tinggi sebagai capres.
Namun menurutnya, jika Jusuf Kalla dipecat , maka akan muncul gejolak yang sangat kuat di internal partai berlambang pohon beringin tersebut. "Saya kira internal Golkar tidak akan solid jika JK dipecat. Beberapa faksi JK pasti akan melakukan perlawanan," ungkapnya.
Selain itu, elektabilitas JK akan semakin terdongkrak jika dirinya benar-benar dipecat dari Partai Golkar. "Citra JK akan semakin naik, karena menjadi pihak yang teraniaya," tukasnya.
(lil)