Demokrat: Menteri dari parpol sudah keterlaluan
Jum'at, 20 Juli 2012 - 14:00 WIB
Demokrat: Menteri dari parpol sudah keterlaluan
A
A
A
Sindonews.com - Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempersilakan menteri yang sibuk dengan urusan partai politik (parpol) untuk mundur dari jabatannya, karena menteri yang berasal dari parpol sudah dianggap keterlaluan.
Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, pernyataan Presiden SBY dalam pembukaan rapat paripurna merupakan bentuk kekecewaan SBY terhadap para menterinya.
"Menurut saya, kalau Pak SBY sampai memberi peringatan keras seperti itu, artinya memang menterinya sudah keterlaluan. Kami mendukung penuh langkah yang diambil oleh presiden untuk mengingatkan menterinya agar terus berjuang untuk rakyat," katanya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (20/7/2012).
Dia mengungkapkan, peringatan tersebut bertujuan untuk menggenjot kinerja Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II. "Agar program pemerintahan SBY yang pro growth, pro poor, pro job, dan pro environment dapat dirasakan hasilnya oleh rakyat, dengan meningkatnya kesejahteraan rakyat, serta menurunnya angka kemiskinan," ujarnya.
Menurutnya, pemerintahan akan berjalan lebih baik jika menteri yang memang sudah tidak mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara sukarela mundur dari posisinya. "Kami sangat menghargai bila menteri yang merasa tidak mampu lagi membantu presiden segera mengundurkan diri tanpa menunggu 2013 atau 2014," tukasnya.
Sebelumnya, Presiden SBY mengingatkan bagi para menteri yang merupakan kader parpol merasa tidak sanggup membagi energinya dengan tugas pemerintahan dipersilakan untuk mengundurkan diri secara baik-baik dari Kabinet Indonesia Bersatu jilid II.
"Bagi saudara yang memang tidak bisa membagi waktu dan harus menyukseskan tugas politik parpolnya, saya persilahkan baik-baik untuk mengundurkan diri," kata Presiden SBY.
Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, pernyataan Presiden SBY dalam pembukaan rapat paripurna merupakan bentuk kekecewaan SBY terhadap para menterinya.
"Menurut saya, kalau Pak SBY sampai memberi peringatan keras seperti itu, artinya memang menterinya sudah keterlaluan. Kami mendukung penuh langkah yang diambil oleh presiden untuk mengingatkan menterinya agar terus berjuang untuk rakyat," katanya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (20/7/2012).
Dia mengungkapkan, peringatan tersebut bertujuan untuk menggenjot kinerja Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II. "Agar program pemerintahan SBY yang pro growth, pro poor, pro job, dan pro environment dapat dirasakan hasilnya oleh rakyat, dengan meningkatnya kesejahteraan rakyat, serta menurunnya angka kemiskinan," ujarnya.
Menurutnya, pemerintahan akan berjalan lebih baik jika menteri yang memang sudah tidak mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara sukarela mundur dari posisinya. "Kami sangat menghargai bila menteri yang merasa tidak mampu lagi membantu presiden segera mengundurkan diri tanpa menunggu 2013 atau 2014," tukasnya.
Sebelumnya, Presiden SBY mengingatkan bagi para menteri yang merupakan kader parpol merasa tidak sanggup membagi energinya dengan tugas pemerintahan dipersilakan untuk mengundurkan diri secara baik-baik dari Kabinet Indonesia Bersatu jilid II.
"Bagi saudara yang memang tidak bisa membagi waktu dan harus menyukseskan tugas politik parpolnya, saya persilahkan baik-baik untuk mengundurkan diri," kata Presiden SBY.
(lil)