PDIP ideal usung Puan-Pram
Jum'at, 20 Juli 2012 - 10:38 WIB
PDIP ideal usung Puan-Pram
A
A
A
Sindonews.com - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR dari PDIP Pramono Anung dinilai sudah layak diusung sebagai bakal calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) 2014.
Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufiq Kiemas, Puan dan Pramono bahkan sangat tepat diproyeksikan sebagai pengganti Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri pada pemilihan presiden (pilpres) mendatang.
“Mereka (Puan dan Pramono) mestinya sangat dipertimbangkan untuk regenerasi. Bagus sebagai figur alternatif dari generasi muda. Saya senang sekali kalau mereka jadi,” ujar Taufiq di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Lantas, siapa yang lebih cocok jadi bakal capres? Puan atau Pramono? “Oh,saya tidak akan menyebut salah satu di antara mereka. Susah memilihnya.Yang satu anak, yang satu adik. Soal itu serahkan sepenuhnya kepada Ibu (Megawati) yang memegang mandat soal pilpres. Sebaiknya saya berpihak kepada dua-duanya saja,” jawab Taufiq.
Ketua MPR itu kembali menekankan bahwa seharusnya bangsa Indonesia siap menerima regenerasi kepemimpinan nasional. Dia juga menegaskan bahwa tuntutan regenerasi jangan dipandang seolah-olah sebagai paksaan, melainkan sebuah keniscayaan.
Taufiq juga menyangkal bahwa regenerasi kepemimpinan nasional pada 2014 yang terus disuarakannya adalah bagian dari upaya untuk menjegal pencapresan mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (JK). Pada 2014 mendatang,JK memasuki usia 72 tahun.
“Saya tidak bisa menahan (beliau).Itu (menjadi capres) kan hak.Tapi kalau saya seumuran itu (ditawari jadi capres), nggakmaulah, ” kata Taufiq yang tahun lahirnya sama dengan JK,1942.
Sebelumnya, peneliti dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) J Kristiadi menilai, wacana regenerasi kepemimpinan nasional hanya retorika karena ada kepentingan politik tertentu di baliknya.
Tidak tertutup kemungkinan, kata Kristiadi, regenerasi kepemimpinan nasional yang disuarakan tokoh sekaliber Taufiq Kiemas juga bagian dari retorika politik untuk menghadang langkah JK. Selama ini, publik hanya melihat bahwa Taufiq sekadar mengingatkan istrinya, Megawati, agar tak lagi menjadi capres.
Sementara itu,Ketua DPP PDIP Bidang Kepemudaan Maruarar Sirait menyatakan, adalah hal yang baik dan membanggakan bila benar nantinya Puan dan Pramono muncul menjadi figur alternatif dari PDIP untuk Pilpres 2014.
“Hal itu akan membuktikan bahwa proses regenerasi dan kaderisasi di PDIP berjalan baik. Akan menjadi bukti juga bagi (kalangan) eksternal bahwa Ibu Mega sebagai ketua umum mampu menjalankan regenerasi kepada anak-anak muda di PDIP,” ungkap Ara sapaan Maruarar.
Dia juga mengungkapkan, peluang bagi Puan dan Pramono untuk diusung oleh PDIP sebagai kandidat Pilpres 2014 sangat terbuka. Itu karena Kongres III PDIP pada 2010 memberi mandat kepada ketua umum untuk memilih capres dan cawapres.
Berbeda dengan kongres I dan II di mana ketua umumlah yang diberi mandat menjadi capres.”Artinya,pada 2014 capres PDIP bisa Megawati, bisa juga orang lain, ” tandas Ara.
Di tempat terpisah, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit menilai peluang Puan dan Pramono untuk memenangi Pilpres 2014 sangat kecil bila nanti benar- benar diusung menjadi capres atau cawapres PDIP.
“Mereka juga kurang pengalaman. Rekam jejaknya belum terbukti. Bagaimana bisa membangun kepercayaan masyarakat bahwa mereka bisa bagus menjalankan pemerintahan?” tegas Arbi.
Faktor Gerindra
Sementara PDIP masih gamang dengan figur yang akan menjadi capres dan cawapres 2014, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) justru sangat yakin bahwa parpol berlambang banteng itu bakal berkoalisi dengan mereka.
Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat mengatakan, koalisi Gerindra-PDIP adalah hasil kesepakatan dan komitmen bersama yang dibangun sejak 2009.
“Koalisi ini sudah kami teken bersama.Tidak bisa digoyang oleh siapa pun.Harus berjalan hingga Pilpres 2014,” tegasnya.
Menurut Martin, PDIP dan Gerindra memiliki visi yang sama untuk kepentingan bangsa. Karena itu,kedua parpol ini mengutamakan kandidat yang bisa amanah memimpin bangsa.
“Capresnya dari PDIP atau dari Gerindra, itu soal kedua,” ujar Martin. Meski begitu, dia menyatakan bahwa dalam waktu dekat Gerindra segera mendeklarasikan Ketua Dewan Pembinanya,Prabowo Subianto, sebagai capres 2014.
“Internal kami sudah mantap 100 persen,” katanya.
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan, pada 2014 nanti partainya bisa berkoalisi dengan partai mana pun. Saat ini, belum ada rencana koalisi, termasuk dengan Gerindra.
“Koalisi pilpres tentu bergantung pada hasil pemilu legislatif. Penentuannya dalam forum tersendiri berdasarkan AD/ART PDIP.Jangan berandai-andai dong,” tegasnya.
Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufiq Kiemas, Puan dan Pramono bahkan sangat tepat diproyeksikan sebagai pengganti Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri pada pemilihan presiden (pilpres) mendatang.
“Mereka (Puan dan Pramono) mestinya sangat dipertimbangkan untuk regenerasi. Bagus sebagai figur alternatif dari generasi muda. Saya senang sekali kalau mereka jadi,” ujar Taufiq di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Lantas, siapa yang lebih cocok jadi bakal capres? Puan atau Pramono? “Oh,saya tidak akan menyebut salah satu di antara mereka. Susah memilihnya.Yang satu anak, yang satu adik. Soal itu serahkan sepenuhnya kepada Ibu (Megawati) yang memegang mandat soal pilpres. Sebaiknya saya berpihak kepada dua-duanya saja,” jawab Taufiq.
Ketua MPR itu kembali menekankan bahwa seharusnya bangsa Indonesia siap menerima regenerasi kepemimpinan nasional. Dia juga menegaskan bahwa tuntutan regenerasi jangan dipandang seolah-olah sebagai paksaan, melainkan sebuah keniscayaan.
Taufiq juga menyangkal bahwa regenerasi kepemimpinan nasional pada 2014 yang terus disuarakannya adalah bagian dari upaya untuk menjegal pencapresan mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (JK). Pada 2014 mendatang,JK memasuki usia 72 tahun.
“Saya tidak bisa menahan (beliau).Itu (menjadi capres) kan hak.Tapi kalau saya seumuran itu (ditawari jadi capres), nggakmaulah, ” kata Taufiq yang tahun lahirnya sama dengan JK,1942.
Sebelumnya, peneliti dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) J Kristiadi menilai, wacana regenerasi kepemimpinan nasional hanya retorika karena ada kepentingan politik tertentu di baliknya.
Tidak tertutup kemungkinan, kata Kristiadi, regenerasi kepemimpinan nasional yang disuarakan tokoh sekaliber Taufiq Kiemas juga bagian dari retorika politik untuk menghadang langkah JK. Selama ini, publik hanya melihat bahwa Taufiq sekadar mengingatkan istrinya, Megawati, agar tak lagi menjadi capres.
Sementara itu,Ketua DPP PDIP Bidang Kepemudaan Maruarar Sirait menyatakan, adalah hal yang baik dan membanggakan bila benar nantinya Puan dan Pramono muncul menjadi figur alternatif dari PDIP untuk Pilpres 2014.
“Hal itu akan membuktikan bahwa proses regenerasi dan kaderisasi di PDIP berjalan baik. Akan menjadi bukti juga bagi (kalangan) eksternal bahwa Ibu Mega sebagai ketua umum mampu menjalankan regenerasi kepada anak-anak muda di PDIP,” ungkap Ara sapaan Maruarar.
Dia juga mengungkapkan, peluang bagi Puan dan Pramono untuk diusung oleh PDIP sebagai kandidat Pilpres 2014 sangat terbuka. Itu karena Kongres III PDIP pada 2010 memberi mandat kepada ketua umum untuk memilih capres dan cawapres.
Berbeda dengan kongres I dan II di mana ketua umumlah yang diberi mandat menjadi capres.”Artinya,pada 2014 capres PDIP bisa Megawati, bisa juga orang lain, ” tandas Ara.
Di tempat terpisah, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit menilai peluang Puan dan Pramono untuk memenangi Pilpres 2014 sangat kecil bila nanti benar- benar diusung menjadi capres atau cawapres PDIP.
“Mereka juga kurang pengalaman. Rekam jejaknya belum terbukti. Bagaimana bisa membangun kepercayaan masyarakat bahwa mereka bisa bagus menjalankan pemerintahan?” tegas Arbi.
Faktor Gerindra
Sementara PDIP masih gamang dengan figur yang akan menjadi capres dan cawapres 2014, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) justru sangat yakin bahwa parpol berlambang banteng itu bakal berkoalisi dengan mereka.
Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat mengatakan, koalisi Gerindra-PDIP adalah hasil kesepakatan dan komitmen bersama yang dibangun sejak 2009.
“Koalisi ini sudah kami teken bersama.Tidak bisa digoyang oleh siapa pun.Harus berjalan hingga Pilpres 2014,” tegasnya.
Menurut Martin, PDIP dan Gerindra memiliki visi yang sama untuk kepentingan bangsa. Karena itu,kedua parpol ini mengutamakan kandidat yang bisa amanah memimpin bangsa.
“Capresnya dari PDIP atau dari Gerindra, itu soal kedua,” ujar Martin. Meski begitu, dia menyatakan bahwa dalam waktu dekat Gerindra segera mendeklarasikan Ketua Dewan Pembinanya,Prabowo Subianto, sebagai capres 2014.
“Internal kami sudah mantap 100 persen,” katanya.
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan, pada 2014 nanti partainya bisa berkoalisi dengan partai mana pun. Saat ini, belum ada rencana koalisi, termasuk dengan Gerindra.
“Koalisi pilpres tentu bergantung pada hasil pemilu legislatif. Penentuannya dalam forum tersendiri berdasarkan AD/ART PDIP.Jangan berandai-andai dong,” tegasnya.
(lns)