Panglima TNI laporkan gratifikasi ke KPK
Kamis, 19 Juli 2012 - 11:18 WIB
Panglima TNI laporkan gratifikasi ke KPK
A
A
A
Sindonews.com - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono hari ini menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta. Kedatangan jenderal bintang empat Angkatan Laut ini pun cukup menarik perhatian.
Kepada wartawan, Agus menyampaikan apa tujuannya menyambangi KPK. Dia ingin melaporkan gratifikasi berupa 34 amplop yang diterima saat menikahkan anaknya.
Selain itu dia juga ingin melakukan koordinasi pencegahan tidak pidana korupsi di lingkungan TNI.
"Ada ketidakwajaran dalam pemberian gratifikasi ini, jumlahnya 34 ini di atas wajar, maka harus diserahkan kepada negara," beber Agus kepada wartawan di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (19/7/2012).
Sayangnya, Agus tak bersedia menyebutkan nilai nominal isi 34 amplop tersebut dan dari siapa saja. Dia hanya menyebut, amplop itu rata-rata ini dari rekan di luar negeri.
Selain menyerahkan amplop-amplop tersebut, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pimpinan KPK untuk sosialisasi pencegahan korupsi di lingkungan TNI.
"Kami juga akan membicarakan sosialisasi pencegahan korupsi. Dari KPK secara stimulus akan menindaklanjutinya. Bagaimanapun sosialisasi pencegahan korupsi penting agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.
Kepada wartawan, Agus menyampaikan apa tujuannya menyambangi KPK. Dia ingin melaporkan gratifikasi berupa 34 amplop yang diterima saat menikahkan anaknya.
Selain itu dia juga ingin melakukan koordinasi pencegahan tidak pidana korupsi di lingkungan TNI.
"Ada ketidakwajaran dalam pemberian gratifikasi ini, jumlahnya 34 ini di atas wajar, maka harus diserahkan kepada negara," beber Agus kepada wartawan di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (19/7/2012).
Sayangnya, Agus tak bersedia menyebutkan nilai nominal isi 34 amplop tersebut dan dari siapa saja. Dia hanya menyebut, amplop itu rata-rata ini dari rekan di luar negeri.
Selain menyerahkan amplop-amplop tersebut, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pimpinan KPK untuk sosialisasi pencegahan korupsi di lingkungan TNI.
"Kami juga akan membicarakan sosialisasi pencegahan korupsi. Dari KPK secara stimulus akan menindaklanjutinya. Bagaimanapun sosialisasi pencegahan korupsi penting agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.
(lns)