Parpol masih bergantung pada figur

Rabu, 18 Juli 2012 - 09:24 WIB
Parpol masih bergantung...
Parpol masih bergantung pada figur
A A A
Sindonews.com - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Nurul Arifin mengakui bahwa ketergantungan partai politik (parpol) terhadap figur yang menjadi simbol partai sulit dimungkiri.

Bahkan figur dijadikan andalan untuk mendapat dukungan dan simpati luas dari masyarakat. Tren ini, kata dia, mulai muncul sejak Pemilu 2004. Hal ini juga masih akan terjadi pada Pemilu 2014.

“Melihat dari fenomena SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dengan Partai Demokratnya pada 2004 dan 2009, aspek ketokohan memang sulit dimungkiri. Namun juga bukan berarti figur adalah segalagalanya,” ujar Nurul.

Dia menyatakan, parpol yang tidak bekerja dan hanya mengandalkan figur tetap sulit memenangi pemilu. Intinya, kata Nurul, adalah kerja keras dari parpol dan figur yang dianggap menjadi simbol partai tersebut.

Menurut dia, dua faktor tersebut saling mendukung agar parpol bisa meraih simpati luas dari pemilih dan unggul dalam Pemilu 2014.

Wakil Sekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq menilai ketergantungan parpol kepada figur yang dijadikan simbol partai untuk memenangi pemilu terjadi lantaran ada delegitimasi parpol.

Fenomena delegitimasi parpol ini muncul lantaran banyak politikus yang terjerat kasus dugaan korupsi dan beritanya tersiar luas di media massa.
“Kekecewaan masyarakat terhadap parpol ditunjukkan dengan mengalihkan preferensi politik kepada figur. PKS sendiri masih memiliki pekerjaan rumah terkait figur nasional. Karena itu, kami terus mencari aset potensial dari figur-figur tertentu dan bagaimana strategi penokohannya,” ungkap Mahfudz.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Drajad Wibowo menilai anggapan ketergantungan parpol kepada figur untuk menang pemilu memang ada benarnya.

Namun, tidak 100 persen benar. Berdasarkan pengalaman beberapa pilkada, kendati parpol mengusung figur yang kuat tetap bisa kedodoran jika mesin parpol dan tim sukses tidak berjalan baik.
(lns)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
Berita Terkini
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
BEM PTNU: Komitmen Prabowo...
BEM PTNU: Komitmen Prabowo dalam Kasus Jampidsus Cerminkan Semangat Asta Cita
Menyorot Kebijakan Bahan...
Menyorot Kebijakan Bahan Bakar B50
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved