Megawati dinilai masih layak capres
Rabu, 18 Juli 2012 - 08:58 WIB
Megawati dinilai masih layak capres
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dinilai masih layak menjadi calon presiden (capres) untuk Pilpres 2014.
CEO Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Grace Natalie mengungkapkan, tingkat popularitas Megawati lebih tinggi dibandingkan semua tokoh potensial capres yang masuk dalam survei SMRC beberapa waktu lalu.
Ini seharusnya menjadi catatan penting bagi PDIP yang belum menentukan capresnya. “Dari sini saja PDIP bisa mengukur seberapa besar keinginan masyarakat untuk melihat Megawati menjadi presiden,” kata Grace di Jakarta kemarin.
Dia menambahkan, selain popularitas yang sudah sangat tinggi, Megawati juga merupakan tokoh top of mind paling kuat. Megawati tak perlu melakukan sosialisasi atau kampanye yang gencar bila memang akan diusung menjadi capres.
Meski Megawati paling populer, kata Grace, Prabowo merupakan tokoh paling disukai. Bila Prabowo maju dalam Pilpres 2014,dia akan mengandalkan suara terbanyak dari wilayah timur Indonesia.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti berpandangan, Megawati sebaiknya tidak usah maju lagi pada Pilpres 2014.
“Megawati ini bagaimanapun adalah tokoh kemarin yang sulit ditarik untuk menjawab tantangan-tantangan masa depan,” katanya.
Di tempat terpisah, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Tjatur Sapto Edi mengaku, ketua umum partainya, Hatta Rajasa, tidak mau terburu-buru mendeklarasikan diri sebagai capres.
Terlebih, saat ini Hatta masih berkonsentrasi pada tugasnya sebagai menteri koordinator perekonomian.
“PAN belum resmi mendeklarasikan Pak Hatta, tapi di lingkup internal PAN telah memutuskan untuk mengusung Pak Hatta. Beliau terbukti mampu mengelola perekonomian Indonesia. Memang, Pak Hatta sendiri belum mengiyakan,” kata Tjatur saat menjadi pembicara dalam bedah buku Hatta, Kerja dan Kinerja serta diskusi “Peluang Capres 2014”kemarin di Jakarta.
Tjatur mengungkapkan, di berbagai daerah, banyak pimpinan pengurus wilayah dan cabang PAN serta Muhammadiyah yang menanyakan kesiapan dan keseriusan Hatta dalam pencapresan. Namun, pada dasarnya Hatta tidak mau terburu- buru.
“PAN sendiri menunggu momentum yang tepat. Apalagi Pak Hatta tak suka pencitraan karena cenderung pura-pura tanpa kerja nyata. Beliau lebih suka image building,” kata Tjatur.
Peneliti Habibie Centre Bawono Kusmoro mengatakan, PAN perlu menggelar deklarasi pencapresan Hatta dalam waktu dekat agar mesin politik bisa bekerja lebih fokus menggenjot elektoral dari tingkat pusat hingga perkampungan.
“PAN harus mulai kerja keras,” tegasnya.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Drajad Wibowo mengaku pihaknya sudah memiliki sejumlah strategi. Hatta, kata dia, memiliki nilai jual tinggi untuk menaikkan elektabilitas PAN.
“Salah satunya memperkuat kinerja beliau (Hatta) sebagai menteri koordinator perekonomian sehingga masyarakat bisa melihat dengan jernih kepemimpinan dan kinerja Bang Hatta,”tandasnya.
CEO Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Grace Natalie mengungkapkan, tingkat popularitas Megawati lebih tinggi dibandingkan semua tokoh potensial capres yang masuk dalam survei SMRC beberapa waktu lalu.
Ini seharusnya menjadi catatan penting bagi PDIP yang belum menentukan capresnya. “Dari sini saja PDIP bisa mengukur seberapa besar keinginan masyarakat untuk melihat Megawati menjadi presiden,” kata Grace di Jakarta kemarin.
Dia menambahkan, selain popularitas yang sudah sangat tinggi, Megawati juga merupakan tokoh top of mind paling kuat. Megawati tak perlu melakukan sosialisasi atau kampanye yang gencar bila memang akan diusung menjadi capres.
Meski Megawati paling populer, kata Grace, Prabowo merupakan tokoh paling disukai. Bila Prabowo maju dalam Pilpres 2014,dia akan mengandalkan suara terbanyak dari wilayah timur Indonesia.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti berpandangan, Megawati sebaiknya tidak usah maju lagi pada Pilpres 2014.
“Megawati ini bagaimanapun adalah tokoh kemarin yang sulit ditarik untuk menjawab tantangan-tantangan masa depan,” katanya.
Di tempat terpisah, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Tjatur Sapto Edi mengaku, ketua umum partainya, Hatta Rajasa, tidak mau terburu-buru mendeklarasikan diri sebagai capres.
Terlebih, saat ini Hatta masih berkonsentrasi pada tugasnya sebagai menteri koordinator perekonomian.
“PAN belum resmi mendeklarasikan Pak Hatta, tapi di lingkup internal PAN telah memutuskan untuk mengusung Pak Hatta. Beliau terbukti mampu mengelola perekonomian Indonesia. Memang, Pak Hatta sendiri belum mengiyakan,” kata Tjatur saat menjadi pembicara dalam bedah buku Hatta, Kerja dan Kinerja serta diskusi “Peluang Capres 2014”kemarin di Jakarta.
Tjatur mengungkapkan, di berbagai daerah, banyak pimpinan pengurus wilayah dan cabang PAN serta Muhammadiyah yang menanyakan kesiapan dan keseriusan Hatta dalam pencapresan. Namun, pada dasarnya Hatta tidak mau terburu- buru.
“PAN sendiri menunggu momentum yang tepat. Apalagi Pak Hatta tak suka pencitraan karena cenderung pura-pura tanpa kerja nyata. Beliau lebih suka image building,” kata Tjatur.
Peneliti Habibie Centre Bawono Kusmoro mengatakan, PAN perlu menggelar deklarasi pencapresan Hatta dalam waktu dekat agar mesin politik bisa bekerja lebih fokus menggenjot elektoral dari tingkat pusat hingga perkampungan.
“PAN harus mulai kerja keras,” tegasnya.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Drajad Wibowo mengaku pihaknya sudah memiliki sejumlah strategi. Hatta, kata dia, memiliki nilai jual tinggi untuk menaikkan elektabilitas PAN.
“Salah satunya memperkuat kinerja beliau (Hatta) sebagai menteri koordinator perekonomian sehingga masyarakat bisa melihat dengan jernih kepemimpinan dan kinerja Bang Hatta,”tandasnya.
(lns)