Capres PKS tunggu putusan majelis syura
Selasa, 17 Juli 2012 - 08:28 WIB
Capres PKS tunggu putusan majelis syura
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengklaim partainya sudah lebih demokratis dalam pencapresan dibandingkan partai lain.
PKS, kata dia, sudah memiliki sejumlah aturan baku dalam penjaringan capres secara internal. "Poin penting dari pemilihan capres, proses tidak dimulai dari keputusan pimpinan namun mulai dari struktur paling bawah yaitu warga kemudian naik sampai melibatkan kader di seluruh struktur partai," terangnya di Jakarta kemarin.
Di tingkat selanjutnya, akan ada pemilihan kemudian diusulkan kepada Majelis Syura sebagai lembaga tertinggi dalam partai. Hingga kini, Majelis Syura belum bersidang lagi apalagi membicarakan pencapresan.
Yang jelas, PKS akan merilis keputusan resmi soal Pilpres 2014 pada pertengahan 2013 mendatang. "Dari pemilihan internal, itu kanwaktunya tidak pendek. Mungkin setelah Lebaran, kita mulai kemudian Januari 2013 PKS memulai agenda pemilihan bakal capres," paparnya.
Ketua Fraksi PKS DPR Mustafa Kamal mengatakan, pemilihan internal partainya akan mempertimbangkan calon-calon alternatif ideal bagi masyarakat.
Menurut dia, partainya sudah pada tingkat memilih karakter tokoh capres. Namun, PKS akan mempertimbangkan tokoh yang tidak cukup hanya menarik atau sekadar populer, namun yang benar-benar amanah dan berani menyampaikan visi dan misi kepada masyarakat.
"Sejauh ini, satu-satunya pemimpin Indonesia yang memiliki itu hanyalah Bung Karno. Kami sedang mencari tokoh yang memiliki keberanian mengeksekusi setiap keputusan politiknya dan amanah," ujarnya.
Di sisi lain sebagai parpol, kata Mustafa, PKS tentunya berbeda dengan lembaga-lembaga riset, pengamat, ataupun lembaga publik pada umumnya. PKS harus memiliki "bacaan" tersendiri untuk menjawab setiap kebutuhan masyarakat melalui penetapan capres.
PKS, kata dia, sudah memiliki sejumlah aturan baku dalam penjaringan capres secara internal. "Poin penting dari pemilihan capres, proses tidak dimulai dari keputusan pimpinan namun mulai dari struktur paling bawah yaitu warga kemudian naik sampai melibatkan kader di seluruh struktur partai," terangnya di Jakarta kemarin.
Di tingkat selanjutnya, akan ada pemilihan kemudian diusulkan kepada Majelis Syura sebagai lembaga tertinggi dalam partai. Hingga kini, Majelis Syura belum bersidang lagi apalagi membicarakan pencapresan.
Yang jelas, PKS akan merilis keputusan resmi soal Pilpres 2014 pada pertengahan 2013 mendatang. "Dari pemilihan internal, itu kanwaktunya tidak pendek. Mungkin setelah Lebaran, kita mulai kemudian Januari 2013 PKS memulai agenda pemilihan bakal capres," paparnya.
Ketua Fraksi PKS DPR Mustafa Kamal mengatakan, pemilihan internal partainya akan mempertimbangkan calon-calon alternatif ideal bagi masyarakat.
Menurut dia, partainya sudah pada tingkat memilih karakter tokoh capres. Namun, PKS akan mempertimbangkan tokoh yang tidak cukup hanya menarik atau sekadar populer, namun yang benar-benar amanah dan berani menyampaikan visi dan misi kepada masyarakat.
"Sejauh ini, satu-satunya pemimpin Indonesia yang memiliki itu hanyalah Bung Karno. Kami sedang mencari tokoh yang memiliki keberanian mengeksekusi setiap keputusan politiknya dan amanah," ujarnya.
Di sisi lain sebagai parpol, kata Mustafa, PKS tentunya berbeda dengan lembaga-lembaga riset, pengamat, ataupun lembaga publik pada umumnya. PKS harus memiliki "bacaan" tersendiri untuk menjawab setiap kebutuhan masyarakat melalui penetapan capres.
(san)