KPK cium Andi markup proyek Hambalang
Jum'at, 13 Juli 2012 - 20:19 WIB
KPK cium Andi markup proyek Hambalang
A
A
A
Sindonews.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan keanehan dalam sistem anggaran proyek Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Bukit Hambalang, Sentul, Jawa Barat.
Wakil Ketua KPK Busyro Muqqodas melihat keanehan itu dari naiknya jumlah anggaran. "Itu ada keanehan jelas kan, dari Rp100 miliar, jadi Rp200 miliar, lalu berubah jadi Rp1,2 triliun," ujar Busyro, kepada wartawan, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/7/2012).
Keanehan tersebut, lanjut Busyro, terjadi ketika Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, menganggarkan pengadaan barang dan jasa sebesar Rp1,4 trilun sehingga total menjadi Rp2,5 triliun.
"Dan menjadi aneh lagi ketika kemarin menterinya (Andi Mallarangeng) di Komisi X mengatakan, (pembangunan) akan diteruskan dengan minta tambahan dana," tandas Busyro.
Beberapa waktu lalu, Andi sempat dipanggil dan diperiksa penyidik KPK. Dalam pemeriksaan itu, Andi mengaku pembangunan dan juga sertifikasi Hambalang sudah sesuai dengan prosedur dan tidak ada masalah.
Wakil Ketua KPK Busyro Muqqodas melihat keanehan itu dari naiknya jumlah anggaran. "Itu ada keanehan jelas kan, dari Rp100 miliar, jadi Rp200 miliar, lalu berubah jadi Rp1,2 triliun," ujar Busyro, kepada wartawan, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/7/2012).
Keanehan tersebut, lanjut Busyro, terjadi ketika Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, menganggarkan pengadaan barang dan jasa sebesar Rp1,4 trilun sehingga total menjadi Rp2,5 triliun.
"Dan menjadi aneh lagi ketika kemarin menterinya (Andi Mallarangeng) di Komisi X mengatakan, (pembangunan) akan diteruskan dengan minta tambahan dana," tandas Busyro.
Beberapa waktu lalu, Andi sempat dipanggil dan diperiksa penyidik KPK. Dalam pemeriksaan itu, Andi mengaku pembangunan dan juga sertifikasi Hambalang sudah sesuai dengan prosedur dan tidak ada masalah.
(san)