Golkar tak solid, pencalonan Ical terganjal
Kamis, 05 Juli 2012 - 08:37 WIB
Golkar tak solid, pencalonan Ical terganjal
A
A
A
Sindonews.com - Langkah Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) yang baru dideklarasikan sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2014 dinilai bakal banyak terganjal manuver jajaran elite partainya di pusat maupun di daerah.
Pengamat politik dari Charta Politika Yunarto Wijaya memandang penetapan Ical sebagai capres resmi Golkar pada Minggu 1 Juli 2012 lalu bukanlah bentuk kemenangannya dalam pertarungan kepentingan ditingkat internal Golkar.
Toto, sapaan Yunarto menjelaskan, dinamika ditingkat elite Golkar soal pencalonan presiden sebenarnya cenderung cair. Jajaran pengurus daerahpun terutama di tingkat DPD II (kabupaten/kota) belum 100% mendukung pencalonan mantan menteri koordinator bidang perekonomian itu.
"Secara de facto, tidak ada jaminan 100% pengurus daerah Golkar solid mendukung penuh Ical. Tak hanya ditingkat DPD II," ujar Toto di Jakarta kemarin.
Menurut dia, dengan kondisi seperti ini Ical dan para pendukungnya harus menggenjot terus agenda konsolidasi dipusat maupun daerah. Ical dan timnyapun perlu menjaga semua lini agar tak ada lagi elite Golkar di pusat maupun daerah yang bermanuver.
Toto membeberkan, Ical sulit menggaet dukungan penuh dari partai yang dipimpinnya sendiri karena beberapa hal. Pertama, kondisi empirik pencalonan Ical sudah di dahului perbedaan pendapat.
Sejak awal sudah ada perdebatan di internal Golkar apa kah proses pemilihan calon presiden di internal Golkar menggunakan mekanisme konvensi atau survei. Pada akhirnya, survei yang belakangan disepakati menjadi rujukan pun menjadi setengah jalan karena pengurus pusat memutuskan menggelar percepatan rapat pimpinan nasional (rapimnas).
Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengingatkan semua pihak untuk tidak menganggap enteng Ical dalam bursa calon presiden untuk Pemilu 2014. Dia mengklaim hingga kini faktanya Ical dan Golkar yang paling siap dalam pencapresan.
"Secara pengalaman Pak Ical mumpuni. Secara politik, partai juga sudah punya keputusan jelas, yakni hasil Rapimnas III. Jadi jangan anggap enteng calon kami," sahutnya.
Priyo juga mengatakan bahwa dukungan yang disampaikan secara bulat oleh DPD I sudah merepresentasikan suara dan sikap politik DPD II seluruh Indonesia. Buktinya, hingga sekarang tidak ada satu pun DPD II yang menyatakan tidak mendukung keputusan itu. "Itu bukti kami tetap solid untuk memenangi Golkar dan calon presiden yang telah kami tetapkan," ungkapnya.
Ketua Departemen Hukum dan HAM Partai Golkar Agun Gunanjar Sudarsa mengatakan, partainya sudah memiliki strategi khusus kenapa mantap mendeklarasikan Ical sebagai capres. Golkar juga tidak meng khawatirkan pencalonan itu akan menjadi sasaran tembak lawan politik karena masing-masing punya strategi untuk kemenangan.
Pengamat politik dari Charta Politika Yunarto Wijaya memandang penetapan Ical sebagai capres resmi Golkar pada Minggu 1 Juli 2012 lalu bukanlah bentuk kemenangannya dalam pertarungan kepentingan ditingkat internal Golkar.
Toto, sapaan Yunarto menjelaskan, dinamika ditingkat elite Golkar soal pencalonan presiden sebenarnya cenderung cair. Jajaran pengurus daerahpun terutama di tingkat DPD II (kabupaten/kota) belum 100% mendukung pencalonan mantan menteri koordinator bidang perekonomian itu.
"Secara de facto, tidak ada jaminan 100% pengurus daerah Golkar solid mendukung penuh Ical. Tak hanya ditingkat DPD II," ujar Toto di Jakarta kemarin.
Menurut dia, dengan kondisi seperti ini Ical dan para pendukungnya harus menggenjot terus agenda konsolidasi dipusat maupun daerah. Ical dan timnyapun perlu menjaga semua lini agar tak ada lagi elite Golkar di pusat maupun daerah yang bermanuver.
Toto membeberkan, Ical sulit menggaet dukungan penuh dari partai yang dipimpinnya sendiri karena beberapa hal. Pertama, kondisi empirik pencalonan Ical sudah di dahului perbedaan pendapat.
Sejak awal sudah ada perdebatan di internal Golkar apa kah proses pemilihan calon presiden di internal Golkar menggunakan mekanisme konvensi atau survei. Pada akhirnya, survei yang belakangan disepakati menjadi rujukan pun menjadi setengah jalan karena pengurus pusat memutuskan menggelar percepatan rapat pimpinan nasional (rapimnas).
Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengingatkan semua pihak untuk tidak menganggap enteng Ical dalam bursa calon presiden untuk Pemilu 2014. Dia mengklaim hingga kini faktanya Ical dan Golkar yang paling siap dalam pencapresan.
"Secara pengalaman Pak Ical mumpuni. Secara politik, partai juga sudah punya keputusan jelas, yakni hasil Rapimnas III. Jadi jangan anggap enteng calon kami," sahutnya.
Priyo juga mengatakan bahwa dukungan yang disampaikan secara bulat oleh DPD I sudah merepresentasikan suara dan sikap politik DPD II seluruh Indonesia. Buktinya, hingga sekarang tidak ada satu pun DPD II yang menyatakan tidak mendukung keputusan itu. "Itu bukti kami tetap solid untuk memenangi Golkar dan calon presiden yang telah kami tetapkan," ungkapnya.
Ketua Departemen Hukum dan HAM Partai Golkar Agun Gunanjar Sudarsa mengatakan, partainya sudah memiliki strategi khusus kenapa mantap mendeklarasikan Ical sebagai capres. Golkar juga tidak meng khawatirkan pencalonan itu akan menjadi sasaran tembak lawan politik karena masing-masing punya strategi untuk kemenangan.
(san)