Komisi III merasa disudutkan media
Selasa, 03 Juli 2012 - 15:58 WIB
Komisi III merasa disudutkan media
A
A
A
Sindonews.com - Banyaknya dukungan masyarakat terhadap pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat merasa terintimidasi.
"Kita melihat bahwa kok permasalahan gedung KPK yang sangat sederhana jadi di-blowup sebegini besarnya. Jadinya integritas Komisi III jadi terganggu. Kami jadi merasa terintimidasi," ujar anggota Komisi III DPR RI Nudirman Munir, dalam seminar Gedung Baru, Koin dan Kinerja KPK, di Galeri Cafe Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (3/7/2012).
Padahal, sambung Munir, Komisi III sudah menaikkan anggaran untuk KPK sebagai bukti dukungan mereka. Pada tahun 2009, Komisi III memberikan dana ke KPK sebesar Rp300 miliar dan naik pada tahun 2012 menjadi Rp800 miliar.
"Itu (kenaikan dana) tandanya (Komisi III) sangat mendukung KPK," tukasnya.
Yang jelas, tambah Munir, dengan banyaknya pemberitaan yang menyudutkan membuat Komisi III merasa dirugikan. Sebaliknya, dengan kerap mempersoalkan gedung baru dan membuat gerakan koin, kinerja KPK jadi menurun dan hanya sibuk mengurusi kasus-kasus korupsi kecil.
"Kita melihat bahwa kok permasalahan gedung KPK yang sangat sederhana jadi di-blowup sebegini besarnya. Jadinya integritas Komisi III jadi terganggu. Kami jadi merasa terintimidasi," ujar anggota Komisi III DPR RI Nudirman Munir, dalam seminar Gedung Baru, Koin dan Kinerja KPK, di Galeri Cafe Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (3/7/2012).
Padahal, sambung Munir, Komisi III sudah menaikkan anggaran untuk KPK sebagai bukti dukungan mereka. Pada tahun 2009, Komisi III memberikan dana ke KPK sebesar Rp300 miliar dan naik pada tahun 2012 menjadi Rp800 miliar.
"Itu (kenaikan dana) tandanya (Komisi III) sangat mendukung KPK," tukasnya.
Yang jelas, tambah Munir, dengan banyaknya pemberitaan yang menyudutkan membuat Komisi III merasa dirugikan. Sebaliknya, dengan kerap mempersoalkan gedung baru dan membuat gerakan koin, kinerja KPK jadi menurun dan hanya sibuk mengurusi kasus-kasus korupsi kecil.
(san)