Manager HIP ditangkap lantaran coba suap KPK

Selasa, 26 Juni 2012 - 19:35 WIB
Manager HIP ditangkap...
Manager HIP ditangkap lantaran coba suap KPK
A A A
Sindonews.com - Motif penangkapan terhadap Manager Perkebunan Hardaya Inti Plantations (HIP), Anshori diketahui karena berusaha melakukan upaya suap terhadap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan keterangan yang didapatkan sumber resmi KPK, Selasa (26/6/2012), Anshori mencoba melakukan tindakan suap petugas KPK untuk tidak menangkap Bupati Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) Amran Batalipu yang saat ini sedang dibidik KPK menyangkut soal dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buol.

Namun, sampai saat ini belum diketahui berapa jumlah uang suap yang menjadi barang bukti tindakan suap tersebut.

Sebelumnya diketahui, KPK berhasil menangkap tangan seorang pengusaha kelapa sawit HIP yang tertangkap tangan melakukan suap di Kabupaten Buol. Tim KPK berhasil menciduk Manager perkebunan kelapa sawit terbesar di kabupaten Buol itu saat mencoba untuk menyuap petugas KPK di Villa Asahan, Leok, Ibukota Kabupaten Buol, yang diketahui villa milik Bupati Buol, Amran Batalipu

Penangkapan oleh penyidik KPK itu sendiri dilakukan sekira pukul 11.00 WITA di Vila Asahan, Leok, Kabupaten Buol.(azh)
()
Berita Terkini
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Bupati dan Sekda Kuansing...
Bupati dan Sekda Kuansing Kenakan Rompi Oranye usai Serahkan Diri ke KPK
Gugatan PMH Legalisir...
Gugatan PMH Legalisir Ijazah Jokowi Masuk Tahap Mediasi
Kapolri Akui Polri Belum...
Kapolri Akui Polri Belum Sempurna, Janji Terima Semua Kritik dan Masukan
Kepercayaan Publik pada...
Kepercayaan Publik pada Polri Meningkat, Bukti Reformasi Institusi Berjalan
Bonatua Ungkap Alasan...
Bonatua Ungkap Alasan Gugat Penyelenggara Pemilu hingga UGM terkait Legalisir Ijazah Jokowi
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved