SBY klaim pencapresan Ani keinginan publik

Selasa, 19 Juni 2012 - 09:20 WIB
SBY klaim pencapresan...
SBY klaim pencapresan Ani keinginan publik
A A A
Sindoews.com – Hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) bahwa Ibu Negara Ani Yudhoyono (SBY) merupakan figur terkuat calon presiden (capres) dari Partai Demokrat menunjukkan bahwa Cikeas Factor masih sangat menentukan.

"Apa yang dipotret dalam survei LSI menunjukkan figur Ani secara pribadi merepresentasikan tokoh SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) berikut kepentingan politik keluarga Cikeas. Dia salah satu figur sentral di Demokrat," ujar peneliti senior LSI Barkah Pattimahu di Jakarta, Senin 18 Juni 2012.

Barkah yakin hasil survei LSI ini akan dijadikan salah satu bahan pertimbangan jajaran elite Demokrat untuk melihat peluang Ani pada 2014.

Menurut dia, Ani berpotensi besar menjadi magnet elektoral di tengah sentimen kuat antarfaksi di tubuh Demokrat. Sayangnya, Majelis Tinggi yang dipimpin SBY masih malu-malu untuk menetapkan Ani sebagai bakal capres meski sejumlah kader senior sudah berkali-kali menyuarakan dorongan mereka.

Menurut Barkah, SBY berupaya menunjukkan bahwa dirinya demokratis dan bijak dengan menekankan bahwa anggota keluarganya terutama Ani Yudhoyono tidak akan maju menjadi kandidat dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Dia boleh saja mengaku memberi ruang terbuka bagi seluruh kader dan anak bangsa yang potensial untuk menjadi capres atau cawapres.

Namun,suatu saat presiden keenam RI ini juga akan memosisikan citra demokratis tersebut di hadapan publik tatkala Ani benar-benar diusung menjadi capres. Terlebih, bila elektabilitas Ani memang terus menguat mendekati 2014.

SBY pada waktunya bisa saja mengatakan bahwa capres Demokrat bergantung keinginan publik dan Ani Yudhoyono punya hak yang sama dengan warga negara lainnya untuk mencalonkan dan dicalonkan.

"Dia (SBY) tidak pernah tegas dalam memberi pernyataan. Jadi sangat mungkin SBY menggunakan perspektif penilaian publik. Segala hal bisa saja dilempar ke publik sekadar untuk menguatkan citranya sebagai sosok yang demokratis," pandang Barkah.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan survei terbaru LSI yang dirilis awal pekan ini, elektabilitas Ani sebesar 12,6% di antara para kader lain Demokrat yang potensial menjadi capres.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum berada di posisi kedua dengan 4%; Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Andi Mallarangeng 3,8%; Gubernur Jawa Timur Soekarwo 3,3%; Menkopolhukam Djoko Suyanto 3,3%; dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie 2,5%.

Di antara para tokoh nasional potensial capres, 6,5% dari total 1.200 responden survei LSI memilih Ani sebagai presiden.

Namun, elektabilitasnya masih jauh di bawah Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang meraup dukungan 18,3%; Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto yang mengoleksi dukungan 18%; maupun Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) yang mengantongi dukungan 17,5%.

Sementara itu, Ketua Divisi Komunikasi dan Informasi DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul lagi-lagi menyatakan bahwa capres Demokrat akan ditetapkan oleh Majelis Tinggi pimpinan SBY. Keputusan Majelis Tinggi ini paling cepat dirilis pada 2013.

"Kami tetap menunggu hasil Majelis Tinggi. Sekarang ini, seperti petunjuk Pak SBY, kami tidak terlalu menggembar-gemborkan siapa capres Demokrat, tapi terus bekerja saja untuk rakyat," kilahnya.

Mengenai elektabilitas Ani dalam hasil survei terbaru LSI, Ruhut menyatakan bahwa hal itu patut diapresiasi. "Luar biasa, Ibu Ani bisa masuk ke dalam survei. Belum resmi dicalonkan saja sudah mendapatkan dukungan dari masyarakat," katanya.

Menurut Ruhut, wajar jika elektabilitas Ani masih berada di papan bawah dibanding para tokoh lain seperti Megawati, Prabowo, dan Ical. Dia menyatakan, ketiga tokoh parpol tersebut sejak awal memang sudah diproyeksikan sebagai capres.

Ketua Departemen Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat Andi Nurpati juga menyatakan hal yang sama yakni semua bergantung petunjuk SBY. "Sesuai penjelasan Pak SBY, Ibu Ani tidak akan, bahkan tidak berniat jadi capres pada Pilpres 2014. Sikap Pak SBY dan Bu Ani adalah cermin dan contoh demokrasi yang bijak," kata Andi.

Meski begitu, Andi mengakui bahwa loyalitas, kepemimpinan, dan kualitas Ani tidak ada yang meragukan.

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengatakan, maju tidaknya Ibu Negara ditentukan oleh suaminya, yakni Presiden SBY.

Sementara SBY, kata dia, sudah beberapa kali telah berjanji tidak akan mencalonkan isteri dan anaknya di pilpres. Viva justru menilai adanya upaya mendorong Ibu Negara di Pilpres untuk mencalonkan diri sebenarnya adalah upaya pembunuhan karakter kepada SBY sebagai pribadi yang tidak ksatria, tidak konsisten, dan membangun rezim keluarga. (lil)

()
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
Publik Arab Senang Israel...
Publik Arab Senang Israel Mengalami Kebakaran yang Hebat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved